Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CHAIRMAN Lembaga Riset Keamanan Siber CISSREC Pratama Persadha menyoroti situs pemilu2024.kpu.go.id. Situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu memuat sejumlah keanehan penghitungan suara. Ia menduga tak ada fitur pengecekan potensi eror di situs milik KPU tersebut.
“Sepertinya sistem entry data yang dipergunakan oleh KPU tidak memiliki fitur error checking,” kata Pratama dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Februari 2024.
Pratama mencontohkan keanehan hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) 013 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Jumlah suara yang dimasukkan ke dalam sistem berbeda dengan lembar C1 dengan selisih sampai 500 suara.
Baca juga : Penghitungan Suara belum Usai, Masyarakat Jangan Lengah
“Tidak hanya jumlah suara, beberapa data di situs KPU itu juga berbeda dengan form C1 seperti jumlah DPT (daftar pemilih tetap) serta jumlah suara sah,” ujar dia.
Pratama menyebut situs KPU menampilkan data 301 pengguna di TPS 013. Sedangkan lembar C1 tertulis jumlah pemilih dalam DPT adalah 236 yang sesuai dengan surat suara yang diterima TPS tersebut.
“Keanehan lainnya adalah jumlah suara sah di situs KPU hanya tertera dua suara, sedangkan di form C1 sejumlah 202 suara,“ papar dia.
Baca juga : Mengenal Quick Count: Formula Cepat Pemilu, Pemantauan Kilat, dan Gambaran Hasil Resmi
Tidak hanya itu, keanehan terjadi untuk jumlah suara pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Jumlah suara yang diperoleh tertulis di situs KPU adalah 617 suara.
“Atau kelebihan 500 suara dari yang seharusnya 117 suara seperti yang tertera pada lembar C1,” tutur Pratama.
(Z-9)
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
Inggris berupaya memperkuat hubungan dagang sekaligus berbagi pengalaman dan teknologi keamanan siber guna mendukung transformasi digital Indonesia.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik
Penguatan teknologi AI dan cyber defense ini tidak hanya penting dalam konteks pertahanan militer, tapi juga mendukung ketahanan pangan
Percakapan aktivis atau pegiat media sosial seperti Ferry Irwandi bukan tugas dan fungsi pokok dari TNI.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved