Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, terkesima dengan lautan manusia yang memadati Lapang Prawatasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/2). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyebut Kabupaten Cianjur luar biasa.
"Cianjur luar biasa. Ini lautan manusia," kata Anies disambut riuh tepuk tangan massa yang hadir pada kampanye akbar Partai NasDem Jawa Barat, Kamis (8/2).
Anies mengaku terharu menyaksikan semangat yang luar biasa dari masyarakat Kabupaten Cianjur. Ini sebagai bukti bahwa masyarakat menginginkan adanya perubahan.
Baca juga : Markas Pemenangan Anies-Cak Imin Dipadati Penonton Konser Kawal Perubahan Road to Kampanye Akbar di JIS
"Jadi, mereka datang ke sini bukan karena ada iming-iming. Mereka datang karena mereka bawa harapan dan ingin pulang menyaksikan ada perubahan," terangnya.
Bagi Anies, hadirnya puluhan ribu orang ke Lapang Prawatasari bukan sekadar memadati kawasan lapang. Bukan pula hanya ingin sekadar tatap muka atau tatap mata.
"Kita berjuang bersama-sama untuk adanya perubahan. Agar di tempat-tempat seperti Cianjur ini kita menyaksikan perubahan. Apa itu? Contoh sederhana, di kabupaten yang dikenal sebagai produsen beras, justru petaninya tidak merasakan kesejahteraan. Dan ini problem yang menahun. Bukan sulit untuk diselesaikan, tapi tidak menjadi prioritas selama ini," ujarnya.
Baca juga : Anies Baswedan Janji Kembalikan Adab dalam Kepemimpinan Nasional
Karena itu, kata Anies, pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 akan memprioritaskan perubahan pada tata niaga pangan pada 100 hari kerja jika nanti terpilih. Menurut Anies, perlu adanya perubahan tata niaga pangan supaya di satu sisi petani bisa menjual harga gabah yang lebih baik, di sisi lain di kalangan rumah tangga bisa mendapatkan harga beras yang lebih murah.
"Jadi inilah jenis-jenis perubahan konkret yang kami tawarkan. Kami berharap pada saat Pemilu yang tinggal enam hari lagi, rakyat akan memilih dengan membandingkan hal konkret yang diberikan melalui perubahan," tuturnya.
Menanggapi masih cukup banyaknya pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voter), Anies memberikan pernyataan bahwa mereka akan menentukan pilihannya di waktu-waktu terakhir. Mereka mayoritas merupakan pemilih yang memiliki profesi kesibukan intensif.
Baca juga : Kampanye Akbar 10 Februari, Masyarakat Diimbau Gunakan Transportasi Publik
"Itu sesuatu yang normal dan wajar di dalam pemilu pasti terjadi. Tapi kami yakin, mendekati harinya makin banyak yang menyadari, memang kita ini perlu perubahan kok. Makin hari makin sadar. Dari mulai tata negara kita, apakah mau seperti sekarang terus?. Longgar soal korupsi, meritokrasi diganti koneksi, apa mau dibiarkan? Makin hari makin banyak yang ingin perubahan," tegasnya.
Berkaitan dengan kampanye terakhir di Jakarta International Stadium (JIS), Anies mempersilakan siapa pun bisa datang. Hanya perlu dipastikan ketertibannya, rapi, dan saling menghormati.
"Tidak ada batasan. Silakan datang," pungkasnya. (BB/Z-7)
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pengelola PKBM harus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved