Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri langsung melacak sejumlah aset Putra Wibowo, tersangka kasus investasi bodong Robot Trading Viral Blast Global. Putra akhirnya ditangkap di Bangkok, Thailand, setelah buron sejak 2022.
"Aset sementara nanti akan kita lakukan pemeriksaan secara intensif pada tersangka Putra Wibowo untuk mengetahui dan mencari ke mana saja aset yang dimiliki oleh Putra Wibowo," kata Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Samsul Arifin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 Januari 2024.
Samsul mengatakan sejauh ini, penyidik sudah melakukan penyitaan sejumlah aset milik para tersangka termasuk milik Putra Wibowo. Salah satunya, apartemen pendiri Viral Blast Global milik PT Trust Global Karya itu.
Baca juga: Pendiri Viral Blast Global, Putra Wibowo Ditangkap di Bangkok karena Overstay
"Di berkas sebelumnya bahwa dari Putra Wibowo ada yang sudah bisa dilakukan penyitaan terhadap objek apartemen, kemudian banyak rekening, itu nominee atas nama orang lain. Nanti akan segera kita lakukan penyidikan," ungkapnya.
Untuk diketahui, Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus investasi bodong ini. Namun, baru tiga tersangka yang berhasil ditangkap yaitu berinisial Rizky Puguh (RPW), Minggus Umboh (MU), dan Zainal Hudha Purnama (ZHP). Ketiganya kini sudah berstatus terpidana. Rizky dan Zainal divonis 20 tahun penjara dan Minggus 16 tahun penjara.
Sementara itu, tersangka Putra Wibowo masih menjadi buronan kala itu. Putra yang kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Baca juga: Bareskrim Sita Uang Tunai Rp22,945 Miliar Dari Kasus Viral Blast
Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah aset milik para tersangka senilai Rp23 miliar. Namun, hanya Rp20 miliar disita dari para tersangka Viral Blast. Sisanya uang tunai yang disita berasal dari tiga klub sepak bola, exchanger, hingga dealer mobil Mercu Kedaung di Surabaya, Jawa Timur.
Dalam kasus ini, para tersangka menjalankan aksi penipuannya dengan skema piramida atau ponzi. Modus operandi para tersangka melalui PT Trust Global Karya ialah memasarkan e-book dengan nama Viral Blast kepada para member untuk melakukan trading di bursa komoditas.
Namun, dalam pelaksanaannya uang yang disetor oleh para member ini diberikan oleh exchanger untuk kemudian dibagi atau didistribusikan kepada para pengurus dan leadernya. Para member dijanjikan keuntungan setiap bulan dengan metode withdraw.
Namun, keuntungan itu sebenarnya tidak pernah ada, karena uang yang diberikan berasal dari setoran awal para member. Total ada 11.930 orang menjadi korban dengan kerugian kurang lebih Rp1,8 triliun.
Para pelaku dijerat Pasal 105 Jo Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Lalu, Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal, 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. Ancaman pidananya maksimal 20 tahun penjara. (Z-2)
MANTAN Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro masuk dalam daftar 54 personel Polri yang dimutasi pada Februari 2026. Mutasi tersebut dilakukan di tengah proses pemberhentian tidak hormat
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
WAKIL Menteri HAM. Mugiyanto mendukung penggunaan bodycam bagi anggota Polri. Itu bagian dari pegawasan setelah maraknya kekerasan oleh aparat kepolisian.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan 15 tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading Net89 yang terungkap pada 2022.
Korban robot trading Net89 meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan tersangka dugaan penipuan investasi bodong robot
Putra Wibowo ditangkap di Bangkok atas pelanggaran keimigrasian karena overstay atas red notice yang sudah diterbitkan, karena melarikan diri dari proses pidana tahun 2022.
Pekumpulan Trader Indonesia Bersatu mengungkap tidak transparan dalam mengurus aset Indra Kenz yang dikembalikan ke korban oleh pengadilan,
Bareskrim Polri tengah menelusuri aset tersangka penipuan robot trading Auto Trade Gold (ATG). Upaya itu guna mengembalikan kerugian para korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved