Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KATA songong mendadak menjadi trending di media sosial X di tengah jalannya debat kedua calon wakil presiden (cawapres). Kata songong diposting lebih dari 30 ribu kali oleh netizen yang menanggapi aksi cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka.
“Sikap Songong dari El Sulfat ini sangat tidak ETIS dan sangat terlihat merendahkan,” cuit akun X @BangPino__
Songong atau tidak tahu adat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diberikan kepada calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka atas pernyataan debat dengan Cak Imin dan Mahfud MD.
Baca juga : Debat Cawapres tidak Mendalam, Hanya di Permukaan Saja
“Songong bat lu cil, emang negara punya bapak lu?!, ” kutip akun @ernestprakasa.
Atas pertanyaan Gibran kepada Cak Imin dan Mahfud, membuat Gibran mendapatkan sentimen negatif kembali dengan adanya kata songong yang menjadi trending topik di media sosial X.
“Gaya songong, sombong dan sengaja ingin merendahkan Prof Mahfud dari Gibran.” tweet akun @GunRomli
Terlebih, hasil survei terkini Median menempatkan elektabilitas Anies dan KDM masuk tiga besar di bawah Prabowo.
Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sempat melontarkan candaan yang menyebut Wapres Gibran terlihat seperti orang mengantuk.
Lagu Melayu milik Pandji Pragiwaksono digunakan Gibran dalam unggahan Instagram saat dia berkunjung ke Doss Guava XR Studio milik sutradara Upi Guava.
Wapres Gibran menilai dapur umum Baznas berperan penting dalam memastikan ketersediaan makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Gibran bertolak dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/12) sekitar pukul 05.00 WIB menuju Bandara Internasional Minangkabau, Sumatra Barat.
KETUA DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menilai langkah Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi untuk merapat ke Partai Gerindra dengan membonceng Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Mahfud mengatakan posisi Polri saat ini merupakan hasil reformasi 1998.
Mahfud menyebut, dalam praktiknya Kompolnas kerap bertindak layaknya juru bicara Polri dan hanya menjalankan tugas secara formalitas.
Menurut Mahfud, dalam beberapa waktu terakhir, DPR cenderung menunjuk calon hakim konstitusi secara internal tanpa proses seleksi terbuka.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menanggapi kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Restorative justice hanya dapat ditempuh jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni pelaku dan korban, tanpa adanya unsur paksaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved