Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyaknya seremonial yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada peresmian proyek pembangunan akhir-akhir ini menyiratkan banyak hal di tahun politik. Salah satunya bisa dinilai sebagai isyarat untuk memilih salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Richo Andi Wibowo menilai bahwa di tahun politik memang amat terbuka peluang masyarakat untuk memaknai kegiatan peresmian-peresmian yang dilakukan presiden.
Misalnya untuk menjaga eksistensi dan popularitas hingga akhir jabatan di mata masyarakat sebagai bapak pembangunan.
Baca juga : Jokowi Resmikan Tol Pamulang, Cinere, Raya Bogor, Masyarakat Kini Punya Alternatif Baru
"Ada potensi pula pak Jokowi akan menyisipkan pentingnya melanjutkan pembangunan infrastruktur. Sesuatu yang dapat dimaknai pendengar sebagai saran untuk memilih pasangan calon Prabowo Gibran yang janjinya untuk melanjutkan program-program Jokowi," kata Richo saat dihubungi, Senin (8/1).
Baca juga : Jokowi Sahkan Aturan Kenaikan Gaji TNI/Polri
Padahal menurutnya kegiatan seremonial tersebut masih bisa diwakilkan oleh menteri atau pejabat pembantu presiden lainnya. Karena level presiden harus konsentrasi di level strategis.
"Hal-hal yang strategis seperti menjadi panglima di pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, meningkatkan kualitas SDM yang unggul, merespon konkrit kekhawatiran ekonom bahwa Indonesia mengalami de-industrialisasi dan lain sebagainya," ujar dia.
"Bukan level presiden untuk sibuk di kegiatan seremonial teknis seperti peresmian-peresmian seperti itu," ucapnya.
Namun, hal itu juga tidak bisa secara langsung dikatakan sebagai cawe-cawe presiden. Karena tidak ada pernyataan yang eksplisit untuk mendukung salah satu capres dan cawapres.
"Agak sulit untuk langsung dikatakan cawe-cawe. Kecuali jika presiden melakukan blunder dengan menyatakan eksplisit di pidato peresmian untuk memilih atau mendukung pasangan calon tertentu atau mendiskreditkan paslon lain," pungkanya. (Z-8)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, meresmikan bus TransJatim koridor Vll dari area makam Sunan Drajat, Lamongan.
PURA Hindu Bali pertama di Eropa telah resmi ada di Belanda. Pura yang diberi nama Pura Santa Citta Bhuwana tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Sabtu (3/5) di Belanda.
PRESIDEN Prabowo Subianto memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya untuk menghadirkan Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) dalam acara kenegaraan.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menghadiri peresmian kampus Western Sydney University (WSU) di Pakuwon Tower, Surabaya, pada Kamis (13/2).
Presiden Jokowi meresmikan Inpres Jalan Daerah Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/10) petang.
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama tiga hari pada 1-3 Okober 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved