Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menilai sosok pemimpin tidak hanya harus santun, tetapi juga wajib memiliki emosi yang stabil.
"Pemimpin itu bukan dibutuhkan kesantunannya, pemimpin itu dibutuhkan stabilitas (emosi)," kata Anies di Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, Kamis (21/12).
Dengan emosi yang stabil, secara otomatis seorang pemimpin akan bisa menunjukkan kesantunan. Sebaliknya, sikap yang santun yang dipertontonkan di ruang publik, tidak bisa memastikan apakah seseorang memiliki kestabilan emosi yang baik.
Baca juga: Anies Baswedan: Masyarakat harus Selektif dalam Konsumsi Informasi
"Karena santun hanya terlihat dari tampilan luar, tidak dalam dirinya. Sementara, stabilitas emosi ada dalam diri, jiwa," jelas Anies.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bersyukur mampu mengendalikan emosinya ketika berada di suasana tidak nyaman. Hal itu bisa ia lakukan karena pengalamannya berorganisasi sejak menjalani pendidikan.
Baca juga: Anies Baswedan: Dukungan Jusuf Kalla adalah Amanat Besar
"Sehingga setiap kali kita ketemu suasana yang tidak nyaman, kita juga bisa mengendalikannya. Tapi kalau tidak terbiasa dalam suasana tidak nyaman maka maunya serba nyaman. Ketika tidak nyaman dia akan bereaksi," ucap Anies. (Z-11)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Core memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025 akan lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024.
Pemilu serentak nasional terdiri atas pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, dan DPD RI.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved