Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, meminta masyarakat untuk selektif dalam mengkonsumsi informasi. Paslanya, saat ini, arus informasi sangat cepat tanpa ada yang menyaring seperti dulu.
"Di negeri yang sangat beragam ini, penting sekali bagi kita untuk selektif dalam melihat informasi," ujar Anies di Jakarta, Rabu (20/12).
Anies mengatakan informasi yang ada saat ini sangat beragam, terutama yang datang dari media sosial. Oleh karena itu, perlu adanya seleksi dari diri sendiri sehingga tidak terpapar informasi hoaks.
Baca juga: Anies Baswedan: Dukungan Jusuf Kalla adalah Amanat Besar
Anies menuturkan, sebelum adanya media sosial, informasi yang didapatkan telah tersaring lebih dulu oleh para editor yang berpedoman pada etika jurnalistik yang telah ditentukan.
"Kenapa ini saya sampaikan? Kecepatan informasi itu tinggi sekali. Kita tinggal di Jakarta. Misalkan terjadi sebuah peristiwa di Sulawesi yang melibatkan antarumat beragama, kabarnya akan cepat sekali sampai di Jakarta. Ketika sampai disini, kita yang tidak memiliki informasi lengkap bisa mengambil kesimpulan A, B, C, D sendiri dan itu bisa menjadi masalah," jelasnya. (Ant/Z-11)
Baca juga: Ganjar Mengaku Sudah Tahu JK Dukung Amin
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Core memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025 akan lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024.
Pemilu serentak nasional terdiri atas pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, dan DPD RI.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved