Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) konsisten mendengarkan langsung aspirasi warga di daerah di minggu ketiga masa kampanye. Ibas yang kembali maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) nomor urut 1 dari Partai Demokrat ini meninjau langsung hasil tani unggulan bawang merah di Panekan, Magetan, Jawa Timur.
Ibas yang saat itu didampingi sang istri, Aliya Baskoro Yudhoyono, menyampaikan bahwa ia mendapat keluhan dari masyarakat terkait harga-harga bahan pokok.
“Saya datang ke Desa Panekan ini dalam rangka memberikan semangat, motivasi, dan juga dukungan kepada para petani di Magetan, khususnya petani bawang. Kita tahu ibu-ibu, emak-emak, di Dapil Jawa Timur VII banyak menyampaikan aspirasi terkait dengan kebutuhan bahan pokok dan harga-harga sembako yang cukup tinggi, salah satunya ya bawang merah,” ujar Ibas melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (13/12).
Baca juga : Emak-emak Ngawi Kompak Berikan Dukungan ke Ibas
Ibas menyampaikan, harga bawang merah memang sempat anjlok, sehingga para petani tergusur, marah, kecewa, dan sedih harus merugi.
Baca juga : Ibas Ajak Kader Demokrat untuk Peduli dan Melayani Rakyat
“Ketika itu saya ingat sekali harganya sempat hingga 5.000 rupiah per kilogram,” tutur Ibas.
Akan tetapi, ia juga memperhatikan ada masa saat harga bawang merah melambung tinggi hingga menyentuh lebih dari Rp30.000 rupiah per kilo.
“Oleh karena itu, sebagai wakil rakyat, saya menerima aspirasi dari pedagang dan para pembeli. Dalam hal ini, saya mendorong agar terjadi stabilitas harga yang tepat, sehingga para petani tetap untung, harga produksinya bisa tercover, tetapi bagi pembeli pun tidak terlalu mahal, sehingga perlu ada solusi, salah satunya operasi pasar yang dilakukan pemerintah dan daerah,” terang Ibas.
Dari sisi produksi, Ibas anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Demokrat ini juga menyarankan agar produksi dalam negeri ditingkatkan. Ia mencontohkan seperti para petani yang ada di Demak yang juga mensuplai ke Magetan, para petani harus didorong dan bahkan mungkin dibantu pembiayaannya. Hal ini bertujuan agar hasil suplainya terus tersedia, sehingga harganya terkendali.
“Saran Mas Ibas, para kelompok tanam bawang, mari kita tingkatkan produksi tanam kita. Kalau kita tetap mengambil pasokan dari Demak, maka kita pastikan bahwa bawang dari Demak itu pun bisa bermanfaat di pasaran dan di Magetan, sehingga harga di pasar umum, di pasar rakyat, benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan rakyat,” tutur Ibas.
Ibas juga menjelaskan dirinya akan terus mengingatkan pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), hingga badan-badan lain seperti Badan Pangan Nasional, BULOG untuk untuk memastikan kestabilan harga.
“Khususnya di hari- hari besar, harga dapat lebih stabil,” imbuhnya.
Selain perihal produksi bawang merah, Ibas juga menyoroti potensi lain yang bisa dikembangkan di Kabupaten Magetan.
“Banyak potensi yang bisa ditanam di Kabupaten Magetan, tidak hanya padi yang menghasilkan beras. Kita juga bisa tanam jagung yang menghasilkan jagung dan turunannya, lain itu kita juga bisa tanam tebu yang menghasilkan gula dan turunannya, ataupun kita bisa terus kembangkan tanam aneka buah-buahan, jeruk pamelo, stroberi, melon, dan lain-lain yang insyaallah itu semuanya merupakan bagian komitmen teman-teman, saudara-saudara, di Magetan mencapai ketahanan pangan nasional dan serta untuk menjawab terkait cara mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ibas juga mengingatkan agar seluruh masyarakat menggunakan hak pilih sebaik-baiknya dalam Pemilu 2024 mendatang.
“Datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) berikan dukungan kepada mereka wakil-wakil rakyat yang peduli, amanah, bekerja, dan terus merakyat (dan) mendengarkan aspirasi warganya, setuju?” tanya Ibas yang dijawab “setuju..!!” oleh seluruh warga yang hadir. (Z-8)
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kepuh, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, harga cabai merah kini sudah mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung jenis
Tanaman ini termasuk dalam keluarga yang sama dengan bawang putih dan daun bawang. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah umbinya, yang memiliki rasa khas
Titiek didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved