Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menegaskan dirinya melawan budaya orang dalam (ordal). Fenomena itu membuat negara tidak sehat.
"Kenaikan pangkat pakai meritokrasi dan berdasarkan prestasi. Yang diuntungkan negara karena kita dapat orang-orang terbaik di tempat-tempat strategis," kata Anies usai acara Desak Anies di Pasar Sail Pekanbaru, Riau, Rabu (13/12).
Anies mengatakan, hal itu sejalan dengan salah satu isi debat capres semalam. Fenomena ordal menyebalkan lantaran orang-orang berprestasi sering dikalahkan dengan orang tanpa prestasi namun punya ordal.
Baca juga : Amnesty Amini Pernyataan Anies Perihal Solusi Konflik Papua
"Contoh mau ikut kontingen atlet, tidak ada politik-politiknya nih. Satu latihan siang malam, lalu dikalahkan oleh orang yang punya paman di dalam KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)," ucap dia.
Anies menyebut hal itu bakal membuat atlet yang sudah latihan keras jengkel dan frustrasi. Sehingga budaya ordal terlebih lagi di urusan politik harus disetop.
Baca juga : Alasan Anies Libatkan Ayah Harun Al Rasyid di Debat Capres
"Dimulai dari yang paling puncak tidak mempraktikkan ordal-ordal dalam semua urusan,' jelas dia. (MGN/Z-5)
Lantas apa itu meritokrasi? Berikut penjelasannya.
PENGAMAT politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan, menilai keberadaan ‘orang dalam’ dalam sistem politik dan kehidupan bernegara ibarat benalu dan mematikan meritokrasi.
Meritokrasi penting untuk menciptakan semangat keterbukaan, persaingan terbuka, optimisme, yang tidak hanya dalam bidang birokrasi, tetapi dalam segala aspek lainnya
Meski mendapat penghargaan, Edy tetap meminta segenap ASN di lingkungan Pemprov Sumut untuk tidak merasa puas.
Selaras dengan amanat UU No 5/2014, beberapa progres dan perubahan telah dilaksanakan untuk terwujudnya sistem merit di Sekretariat Jenderal DPR-RI.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Jebolnya tanggul baswedan membuat permukiman warga di sekitar Jati Padang, Pasar Minggu, mengalami banjir hingga mencapai 1 meter.
Bagaimana pula peluang dia dalam kontestasi politik nasional, utamanya di Pilpres 2029?
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved