Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan program pencegahan dan pendidikan antirasuah bakal terus digaungkan guna meminimalisir tindakan korup di masyarakat.
"Kita harus yakin dan percaya bahwa kita mampu meminimalisir tindakan korupsi, yang saat ini bukan hanya terjadi di lingkungan pejabat negara tetapi juga di lingkup pendidikan tinggi," kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak melalui keterangan tertulis, Senin (30/10).
Program pencegahan maupun pendidikan antirasuah dari KPK kerap diremehkan publik. Masyarakat lebih menyukai Lembaga Antirasuah jika melakukan penindakan hukum ketimbang mengupayakan korupsi tidak terjadi.
Baca juga: Menteri Amran Ingin KPK Segera Berkantor di Kementan
Pemikiran itu dinilai salah. Pencegahan maupun pendidikan sama pentingnya dengan penindakan kasus korupsi.
Johanis juga menjelaskan kepercayaan masyarakat penting untuk menjalankan program pencegahan maupun pendidikan antirasuah. Sebab, KPK tidak bisa menekan tindakan korup sendirian. "Zero corruption tentunya akan dicapai jika dimulai dari masyarakatnya untuk sadar antikorupsi," ujar Johanis.
Baca juga: Dugaan Pemerasan SYL, KPK Cuma Mau Supervisi Kasus Mandek 2 Tahun Lebih
Para penegak hukum juga diminta membantu menyadarkan masyarakat dengan pentingnya sikap antikorupsi. Peran semua pihak dalam menutup celah rasuah dinilai penting. "Dibutuhkan sinergitas antar lembaga pemberantasan korupsi yaitu KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Strateginya melalui pendidikan anti korupsi, pencegahan, serta penindakan," ucap Johanis.
Pencegahan maupun pendidikan antikorupsi diyakini memberikan jaminan Indonesia bersih dari tindakan korup di masa depan. Bantuan dari masyarakat dinilai mendesak karena indeks persepsi korupsi (IPK) di Tanah Air terus merosot tiap tahunnya.
"Fokus utamanya dengan mulai mengedukasi masyarakat, bahwa perilaku korupsi dapat merugikan negara dan masyarakat," tutur Johanis. (Z-3)
Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia diperingati setiap 15 Oktober untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun guna mencegah penyakit menular.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan tingkat kesembuhan hingga 90%.
Komunisme, menurut Karl Marx, adalah sistem yang menghapus kelas sosial dengan mengendalikan seluruh kekayaan dan properti oleh negara.
Kulit jeruk dan pamelo kering dapat digunakan untuk membuat pengasapan atau yang di Bali dikenal dengan istilah nusdus. Pengasapan ini efektif dalam mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar.
Para ilmuwan mengembangkan metode baru untuk identifikasi dini dan pencegahan penyakit jantung, berdasarkan penelitian yang memantau ribuan perempuan selama tiga dekade.
Secara umum, di dunia setidaknya ada dua jenis vaksin mpox.
Penegasan ini disampaikan Gubernur Andra Soni dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 tingkat Provinsi Banten yang berlangsung di SMAN 1 Kabupaten Tangerang
Peneliti senior Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP) Arsil dan pegiat antikorupsi Natalia Soebagjo mewakili 10 amici lainnya menyampaikan isi amicus curiae.
Pemkot Bandung telah melibatkan TNI-Polri dalam pendidikan karakter, sehingga pendidikan antikorupsi menjadi target selanjutnya untuk diadopsi menjadi muatan lokal.
PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar sosialisasi kampanye antikorupsi serentak melalui program pariwara antikorupasi 2025.
Sinergi lintas organisasi penting untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi dan memberantas korupsi di Indonesia.
Menurunnya skor indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) pendidikan menjadi tanda bahwa sistem tata kelola dan ekosistem pendidikan di Indonesia masih jauh dari nilai-nilai anti korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved