Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk berkantor di Kementan.
Hal itu dilakukan Amran, setelah dirinya kembali menjabat sebagai menteri pada sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju Priode 2019 - 2024, menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang tersangkut persoalan hukum.
"Periode yang lalu, ini sudah kita lakukan juga," sebut Amran yang kembali menjabat sebagai mentan di sisa kabinet Indonesia Maju hingga 2024 itu.
Baca juga : Mentan Amran Sulaiman Dapat Rapor Buruk dari Ekonom
Dengan begitu, kata Amran, dirinya berharap ada transparansi anggaran di semua lini, dengan pengawasan yang ketat, agar semua anggaran itu dibelanjakan sesuai dan sirealisasikan sesuai pos-posnya, serta sesuai aturan yang ada.
Amran pun mengaku, jika pihaknya sudah bersurat ke Komisi Antirasuah itu, dan berharap pekan depan sudah bisa menempatkan salah satu anggotanya berkantor di Kementan, dan bisa memperbaiki citra Kementan.
Baca juga : Mentan Amran Sulaiman Punya Kekayaan Rp279,5 Miliar
"Tidak boleh ada main-main. Saya mengikuti sumpah saya kepada Presiden saat pelantikan. Dalam menjalankan tugas dan jabatan," lanjutnya.
Dengan adanya pengawasan langsung dari KPK Mentan Amran berharap dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Kementan dan dapat mengakselerasi peningkatan produksi untuk mengembalikan swasembada pangan dan kesejahteraan petani serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Amran yakin, dengan masuknya KPK ke dalam kantor Kementan, penguatan integritas dan pencegahan KKN dapat terlaksana dengan lebih efektif. "Lebih cepatlebih baik dan lebih bagus," pungkasnya. (Z-4)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Sebelum penyegelan 250 ton beras impor ilegal di Sabang dilakukan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved