Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA PSSI melakukan naturalisasi pemain tim nasional yang memiliki grade A masih belum menemui kepastian. Di media sosial, sejumlah pendukung timnas mempertanyakan rencana tersebut sebagai bagian untuk memperkuat timnas di Piala Asia.
Eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hasani Abdulgani pernah menyatakan bahwa Rafael dan Ivar bukan nama terakhir. Ia menyebut bahwa PSSI masih mengincar 'pemain grade A' untuk memperkuat timnas demi Piala Asia. Namun, setelah itu belum ada kabar lagu terkait rencana tersebut.
"Pak @erickthohir yang terhormat, bapak targetkan timnas lolos Piala Dunia, tapi kabar naturalisasi grade a gak ada kepastian," tulis akun twitter @cahyadi7748.
Baca juga: Mancini Targetkan Arab Saudi Jadi Juara Piala Asia
Belakangan ini memang tengah ramai di media sosial terkait isu PSSI bakal kembali menaturalisasi pemain keturunan. Sebab PSSI terakhir kali melakukan naturalisasi tahun lalu.
Pemain-pemain yang dinaturalisasi yakni ada Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick. Mereka telah melakukan debutnya bersama tim Merah Putih. Namun, sejumlah pecinta sepak bola Tanah Air menilai butuh sejumlah pemain naturalisasi lagi untuk memperkuat timnas Indonesia di Piala Asia tahun depan.
Baca juga: Kalah dari Vietnam, Garuda Muda Bergegas Persiapkan Kualifikasi Piala Asia
Salah satu nama yang mencuat adalah Jay Idzes yang kini merumput bersama klub Italia Venezia. Idzes yang memiliki darah Indonesia dari sang kakek punya kemampuan bermain di dua posisi berbeda. Meski berpengalaman memainkan peran sebagai bek tengah, pemain berusia 23 tahun itu berpostur 190 cm ini juga piawai memainkan peran sebagai gelandang bertahan.
Warganet lain dengan nama akun @ramadhan.1499 menilai Timnas Indonesia membutuhkan jasa Idzes di lini tengah.
"Semoga cepet atau jangan terlalu lama untuk bisa gabung ke Timnas buat lini tengah makin cakep. Klok udah mulai berumur,” kata Ramadhan. (Mal/Z-7)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, mengharapkan dukungan dari seluruh elemen sepak bola nasional usai PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Jakarta, Herdman menyampaikan pandangannya. Ia melihat tekanan menjadi pelatih timnas Indonesia bukan sebagai masalah besar, melainkan sebagai sebuah keistimewaan.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved