Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UJI materi Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat dilakukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Judicial review ini dilakukan guna memberikan perlindungan secara tuntas dan menyeluruh terhadap advokat melalui hak imunitas yang mereka miliki.
Sebab, kata pemohon, selama ini nyatanya masih banyak advokat yang diproses hukum ketika menjalankan tugasnya yakni membela kliennya, kendati ada hak imunitas advokat yang diatur dalam Pasal 16 UU Advokat dan yang terbaru adalah Kamaruddin Simanjuntak.
Baca juga: Kriminalisasi Advokat Karena Aparat Penegak Hukum Tak Baca UU Advokat
"Dari penyelidikan sampai bisa upaya jemput paksa, mereka sudah mendekam di sel. Otomatis apa? Perkara yang mereka tangani buyar berantakan. Contohnya banyak, seperti yang sedang ramai saat ini Bapak Kamaruddin (Kamaruddin Simanjuntak), Pak Alvin (Alvin Lim). Jadi kita berkaca ke masa depan," ujar Rizki Indra Permana, pemohon uji materi dari LQ Indonesia Lawfirm, kepada wartawan di Gedung MK, Rabu (30/8).
Saat Dilaporkan ke Polisi, Hak Imunitas Advokat Tak Berlaku
Menurut pemohon, hak imunitas yang diatur dalam Pasal 16 UU Advokat, disebut hanya melindungi advokat ketika hendak dituntut di pengadilan. Tapi saat dilaporkan ke polisi, diselidiki dan disidik oleh penyidik, hak imunitas advokat kenyataannya tak berlaku.
"Jadi kami ingin diperluas maknanya tidak hanya dituntut di pengadilan saja. Disidik, dilidik tidak boleh, apalagi ditahan, ditangkap, dijadikan tersangka," kata La Ode Surya Alirman, pihak pemohon lainnya yang juga dari LQ Indonesia Lawfirm.
Baca juga: Anggota Peradi Wajib Pahami Regulasi Perlindungan Data Pribadi
Pasal 16 UU Advokat, dianggap bertentangan dengan Pasal 28 D Ayat (1) UUD 1945, yang berbunyi, "Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum". Perlindungan dan perlakuan sama dihadapan hukum ini, kata pemohon bukan hanya untuk penegak hukum di luar advokat saja, tapi juga advokat itu sendiri.
"Kita sudah dilindungi undang-undang (UU Advokat), tapi pada praktiknya kita itu sering dikriminalisasi, diberangus," kata Rizki.
Berharap Majelis Hakim MK Kabulkan Permohonan
Pemohon pun berharap majelis hakim MK mengabulkan permohonan mereka. Sehingga perlindungan yang diberikan kepada advokat menjadi menyeluruh, dan tak bertentangan dengan UUD 1945.
Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Nilai Penetapan Tersangka Dirinya Tidak Tepat
"Karena klien kami (Alvin Lim), ketika diperiksa dalam penyidikan (kasus UU ITE), penyidik berdalih 'Ini kan hanya untuk penuntutan pasal ini (Pasal 16 UU Advokat), kami boleh periksa di sini'," kata Ali Amsar Lubis, yang juga pihak pemohon.
Pemohon pun berharap seluruh advokat di Tanah Air, apa pun organisasi maupun latar belakangnya, mendukung upaya uji materi ini. Karena upaya tersebut demi perlindungan yang maksimal terhadap semua advokat, semasa melaksanakan tanggung jawab profesinya.
"Kepada seluruh advokat di nusantara ini, apa pun organisasinya agar mendukung langkah kami melakukan judicial review. Agar ke depannya advokat memiliki hak imunitas yang setara dengan penegak hukum lain," tandas Rizki. (RO/S-4)
IKATAN Advokat Indonesia (Ikadin) menggelar diskusi publik soal penegakan hukum yang berkeadilan di Nusa Dua Bali, Jumat (29/11) sore.
Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Arman Hanis, S.H,menyampaikan, “Rapimnas adalah kesempatan emas untuk membahas berbagai hal penting bersama-sama.
Pembentukan Dewan Advokat Nasional akan membuat advokat tidak independen karena akan di bawah kendali pemerintah
Perkara kopi sianida yang terjadi pada 2016 kembali menarik perhatian publik setelah diputarnya film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso
Kegelisahan yang tinggi dalam diri Triweka melihat ketidakadilan dan ketidakberdayaan masyarakat kecil ketika berhadapan dengan hukum,
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved