Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GAJAH di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak. Demikianlah penggambaran wacana politik untuk menduetkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sebagai pasangan calon presiden-calon wakil presiden pada Pemilu 2024.
Direktur Eksekutif Algoritma sekaligus pengajar ilmu politik FISIP Universitas Indonesia Aditya Perdana menyebut upaya mengawinkan Ganjar dan Anies ebagai hal yang tidak logis. Sebab, Anies yang diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS membawa isu perubahan.
Di sisi lain, Ganjar melalui PDI Perjuangan membawa semangat keberlanjutan atas arah pembangunan Presiden Joko Widodo. Selain itu, Adit juga mengatakan basis pemilih Anies sama dengan Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga merupakan politisi PPP, yakni kelompok Islam kanan.
Baca juga : Pengamat Nilai Koalisi Perubahan Dinilai Lebih Maju
Terlebih, sambungnya, PPP telah berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mendukung Ganjar sebagai calon presiden. Oleh karena itu, Sandiaga seyogianya dilihat sebagai modal yang dimiliki koalisi PDI Perjuangan dan PPP.
"(Pilihan) yang rasional adalah yang di depan mata (Sandiaga), karena mereka (PDI Perjuangan) sudah berkoalisi sama PPP, di sisi itu kemudian calonnya PPP adalah Sandi," jelas Adit kepada Media Indonesia, Jumat (25/9).
Sebelumnya, wacana menduetkan Ganjar dengan Anies datang dari Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdulllah. Hal itu berangkat dari survei yang menyimulasikan pemilihan dengan calon keduanya atau head to head. Said berpendapat, Anies bukanlah kompetitor yang patut diremehkan.
Baca juga : Pintu Koalisi Perubahan Masih Terbuka untuk Demokrat
"Keduanya juga sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada," aku Said.
Terkait cairnya dinamika politik di Indonesia lewat wacana duet Ganjar-Anies, Adit berpendapat hal itu disebabkan karena praktik politik Tanah Air tidak ideologis. "Paradigmanya cenderung akomodatif, moderat, sehingga tidak terpolarisasi dalam fragmen yang keras antara kiri dan kanan." (Z-4)
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
SEBANYAK 550 foto hasil jepretan Mohammad Guntur Soekarnoputra dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Berlangsung 7 – 13 Juni 2025.
RELAWAN Ganjar Pranowo atau Ganjarist menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dilaksanakan secara serempak
Ganjar mengungkapkan bahwa bantuan dana untuk partai bisa berasal dari berbagai sumber tak hanya terbatas pada APBN.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan tiga fokus utama pada para kader PDIP yang baru terpilih sebagai kepala daerah.
KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menghadiri sidang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia. Ia menguraikan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dinamika pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum memasuki fase baru menyusul mencuatnya perdebatan mengenai syarat pembentukan fraksi di DPR.
Partai politik yang melenggang ke Senayan harus memiliki keterwakilan yang utuh di setiap pos kerja DPR.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved