Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut mendapatkan keuntungan elektoral dari basis pendukung Jokowi di 2024 mendatang. Komitmen kuat Prabowo Subianto disebut menjadi salah satu faktor yang memantik hadirnya gelombang dukungan besar dari basis pendukung Jokowi.
Pengamat Politik Political Statistics (Polstat) Apna Permana melihat, hal demikian menjadi langkah konkret Prabowo Subianto dalam menguatkan barisan pendukung. Termasuk terhadap simpatisan Presiden Jokowi.
“Ini mengindikasikan bahwa pendukung, relawan dan simpatisan Jokowi lebih banyak menjatuhkan pilihan pada Prabowo untuk menjadi Presiden RI 2024-2029,” kata Apna dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (10/7).
Baca juga : Pengamat: Pendukung Jokowi Kompak Dukung Prabowo
Dia memaparkan dari hasil survei Polstat menunjukkan Prabowo Subianto menang telak dari Ganjar Pranowo dalam perolehan pemilihan tersebut. Data survei menyebut 43,5 persen pendukung Presiden Jokowi akan memilih Prabowo.
Baca juga : Prabowo Dipanggil Jokowi ke Istana
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan Ganjar Pranowo yang notabenenya kader PDIP sendiri yang hanya meraih suara 34,2 persen. Itu artinya, Prabowo Subianto layak disebut pemimpin pemersatu bangsa lantaran berhasil menyatukan pendukungnya dengan pendukung Presiden Jokowi.
"Prabowo selalu leading signifikan atas para pesaingnya,” tandas Apna.
Pada sumber Diketahui, Prabowo Subianto tetap berada di peringkat pertama dengan raihan suara 39,2% responden, kemudian 27,1% memilih Ganjar dan 26,9% memilih Anies. Sementara 6,8% responden menyatakan belum punya pilihan (undecided) dalam hasil survei Polstat periode 1-10 Mei 2023. (Z-8)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Hasto mengatakan politik seyogianya membangun kehidupan bangsa. Kemudian bergerak berdasarkan kehendak rakyat dan bertanggung jawab pada masa depan Indonesia.
Masifnya pembagian bantuan sosial (bansos) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikritik. Masih banyak tugas Jokowi yang lebih urgen dari sekadar membagikan bansos.
PENGAMAT sekaligus guru besar FISIP Universitas Airlangga Hotman Siahaan mengungkapkan sebagian besar warga nahdlatul ulama (NU) masih cukup otonom dalam menentukan capres-cawapres
MANUVER Presiden Joko Widodo yang semakin vulgar menunjukkan keberpihakan pada kubu 02 Prabowo-Gibran merupakan respons kepanikan terhadap stagnasi elektoral kubu 02.
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) yakin pemilih yang belum membuat keputusan atau undecided voters akan menjatuhkan pilihan ke capres dan cawapres
KEHADIRAN Menteri BUMN Erick Thohir memberi dampak elektoral besar dan potensial mengisi posisi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Erick Thohir menjadi figur cawapres
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved