Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH Melanesia asal Maluku Utara Albert Hama menilai penunjukan Komisaris Jenderal Agus Andrianto sebagai Wakil Kapolri menggantikan Komjen Gatot Edy Pramono yang segera memasuki masa pensiun merupakan keputusan tepat.
Albert menilai Komjen Agus cocok dengan bekal kepemimpinan yang cukup mendampingi Kapolri dalam memimpin organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang kian menunjukan profesionalitas serta semakin dicintai rakyat.
"Penunjukan Komjen Agus ini kami nilai sangat tepat. Beliau senior, pengalaman kepemimpinannya sangat mumpuni. Apalagi, saat menjabat Kabareskrim, beliau berhasil menangani kasus besar yang menyita perhatian masyarakat Indonesia dengan tarik menariknya yang sangat kuat dan beliau bisa lewati dengan baik. Artinya, kepemimpinan beliau teruji," ungkap Albert yang juga Pengurus Pusat Alumni GMNI tersebut kepada wartawan, Selasa (27/6).
Baca juga: Survei: Bikin SIM Pelayanan Polri yang Paling Merepotkan
Menurut Albert, Agus adalah sosok humanis yang dekat dengan masyarakat. Banyak hal dalam pengalaman kepemimpinan Agus selama ini memperlihatkan bahwa pendekatan humanis dalam kinerja Polri sangat membantu tugas kepolisian, baik dalam rangka penegakan hukum maupun menciptakan ketertiban di masyarakat.
"Dalam perjumpaan kami dengan beliau kesan humanis itu sangat kuat, dan yang tak perlu diragukan adalah kecintaan dia pada institusi Polri di atas segala-galanya. Maka bergandengan dengan Pak Kapolri yang juga punya karakter kepemimpinan kuat dan humanis sudah sangat cocok. Kami yakin Polri makin profesional dan dicintai masyarakat ke depan," jelas Albert.
Pria yang dibesarkan di Jayapura, Papua, itu menambahkan, ke depan Polri punya tugas amat strategis karena memasuki tahun politik jelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2024.
"Maka duet kepemimpinan Pak Listyo (Kapolri Listyo Sigit Rrabowo) dan Pak Agus kami nilai sangat cocok, saling melengkapi apalagi tantangan Polri ke depan dengan dinamika politik sangat tinggi butuh ketahanan kuat institusi Polri. Dan kami optimis keduanya bisa memimpin Polri dengan baik," pungkas Albert. (I-2)
Keterbatasan pengawasan dari pimpinan pusat seringkali menjadi celah terjadinya penyimpangan oleh anggota Polri di daerah.
Komjen Dedi Prasetyo mengaku telah melaporkan kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72, Jakarta Utara, kepada Presiden Prabowo Subianto
Polri bersama TNI menggelar patroli skala besar di seluruh wilayah Indonesia pascademonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah daerah
Mutasi sejumlah perwira tinggi Polri tertuang dalam surat telegram Nomor:ST/1764/VIII/KEP./2025, per tanggal 5 Agustus 2025.
JABATAN Wakapolri yang sebelumnya diisi oleh Komjen Ahmad Dofiri sebentar lagi akan mengalami kekosongan karena dirinya yang memasuki purna tugas atau pensiun.
Mantan Kabareskrim Polri itu hanya mengatakan bahwa saat ini banyak jenderal bintang tiga yang bisa mengisi jabatan Wakapolri.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved