Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka menyampaikan akan mendukung salah satu calon presiden atau melakukan cawe-cawe dalam Pilpres 2024. Hal itu dilakukan dengan alasan untuk melanjutkan pembangunan serta memanfaatkan bonus demografi menyongsong Indonesia Emas di 2045.
Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini menilai sikap Jokowi yang terbuka mengakui cawe-cawe karena didesak media. Awalnya Presiden secara tertutup meng-endorse capres yang didukungnya.
"Pak Jokowi itu awalnya tidak terus terang, tapi terdesak karena media, itu persepsinya negatif. Dan kita melakukan juga melakukan riset ada 16 ribu percakapan di media sosial itu mayoritas berpendapat negatif. Presiden itu diminta sebagai Kepala Negara itu netral," ujarnya dalam acara Crosscheck Medcom.id dan Metro TV, Minggu (4/6).
Baca juga: Ganjar Yakin Presiden Jokowi Tidak Intervensi Pemilu 2024
Didik menilai cawe-cawe yang dilakukan Jokowi sangat berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Sebagai Kepala Negara, Jokowi memiliki sumber daya yang luar biasa. Dan bila sumber daya tersebut dimanfaatkan untuk mendukung salah satu capres lantas kondisi Indonesia tidak bedanya dengan era Orde Baru.
Di satu sisi, Jokowi dan para pendukungnya mencoba untuk menjustifikasi bahwa tidak ada yang salah dengan cawe-cawe yang dilakukan Presiden. Hal yang sudah secara jelas salah tetapi masih mencoba membenarkannya.
Baca juga: Demokrat Pertanyakan Motif Cawe-cawe Jokowi
"Beliau itu mempunyai sumber daya yang luar biasa yang kalau digunakan itu berbahaya yaitu birokrasi, intelijen dan sebagainya," imbuh Didik.
Selain itu, Presiden Jokowi juga dinilai tidak etis lantaran masih memelihara relawan. Sementara dirinya tidak lagi bertarung dalam Pilpres 2024. Relawan disebut Didik sebagai hama demokrasi.
"Relawan bukan civil society, bukan juga birokrasi. Relawan yang dipelihara jokowi itu alang-alang, dia hama demokrasi yang ada di bawah karpet dipelihara dan ingin dijustifikasikan benar termasuk cawe-cawenya," tegasnya.
Tak Bisa Sembarangan
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai bahwa pemahaman terkait etik demokrasi di Indonesia masih rendah. Orang masih mencoba mencari celah di setiap regulasi yang sudah dibuat. Sehingga, cawe-cawe yang sebenarnya melanggar etik justru oleh pendukung Jokowi membenarkannya.
"Etik itu adalah segala sesuatu yang menjadi kepentingan publik. Etik bukan sesuatu yang abstrak," kata dia.
Disampaikannya, UU Pemilu yang dimiliki Indonesia termasuk UU yang paling banyak memuat pasal-pasalnya. Kurang lebih hingga 900 pasal di dalamnya.
Hal itu, kata Ray menunjukkan bahwa pemahaman etik di Indonesia masih rendah. Semuanya harus diatur dalam regulasi, dan ketika tidak diatur akan diartikan sebagai hal yang dibolehkan.
Ray menyebut bahwa Presiden boleh terlibat dalam mendukung capres. Namun ada syarat-syarat yang diatur dalam regulasi.
"Ada waktunya presiden itu terlibat dan aktif dalam kampanye tapi itu ada syaratnya. Ada tiga syarat yaitu, memperhatikan keberlanjutan negara, gak boleh kampanye presiden dan wakil presiden dilakukan bersamaan dan tetap tidak boleh meninggalkan kapasitas negawannya," terang Ray.
Sementara itu, Guru Besar Ketatanegaraan Denny Indrayana mengatakan Presiden Jokowi memang memiliki approval yang tinggi. Akan tetapi tidak semua bidang dalam masa kepemimpinan bisa dikatakan sukses.
Denny menyoroti bidang hukum yang menurutnya justru menurun di masa pimpinan Jokowi. "Di sisi hukum sebenarnya dia ratingnya di bawah 50% penegakkan hukum antikorupsi dan itu yang paling mengganggu saya sebenarnya sebagai orang yang konsen di bidang hukum," kata Denny.
Lantas hal itu perlu dikritisi karena penegakkan hukum seperti kasus korupsi sangat menghambat pembangunan negara.
(Z-9)
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, bersilaturahmi ke Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi, Kamis (26/2).
Mantan Bupati Indramayu Nina Dai Bachtiar menemui Jokowi di Solo untuk meminta restu bergabung ke PSI.
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
SEBANYAK 550 foto hasil jepretan Mohammad Guntur Soekarnoputra dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Berlangsung 7 – 13 Juni 2025.
RELAWAN Ganjar Pranowo atau Ganjarist menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dilaksanakan secara serempak
Ganjar mengungkapkan bahwa bantuan dana untuk partai bisa berasal dari berbagai sumber tak hanya terbatas pada APBN.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan tiga fokus utama pada para kader PDIP yang baru terpilih sebagai kepala daerah.
KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menghadiri sidang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved