Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, Iwan angkat suara soal keterlibatan dua narapidana Lapas Kesambi Cirebon, dalam pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu cair yang diresapkan ke gorden. Iwan tak menampik jika dua narapidananya merupakan otak di balik jaringan narkoba negara Timur-Tengah yang berhasil diungkap pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan dari kedua pelaku, mereka mengendalikan jaringan narkoba internasional tersebut menggunakan ponsel dari dalam lapas. Meski begitu, Iwan mengaku sudah rutin menggelar razia blok hunian narapidana untuk mencegah keberadaan barang terlarangan di dalam sel, seperti ponsel.
"Secara rutin kami sudah melakukan sidak kamar narapida, tetapi tetap saja selalu ada barang terlarang itu (ponsel)," kata Iwan dikutip Selasa (30/5).
Baca juga: 14 Narapidana Nakal asal Jawa Barat Dipindah ke Nusakambangan
Sebelumnya, S (salah satu otak otak di balik jaringan narkoba negara Timur-Tengah) sempat ketahuan kedapatan memilki ponsel di dalam tahanan.
S juga sempat mendapatkan hukuman atas kepemilikan ponsel tersebut. Bahkan S sempat ditempatkan di sel khusus untuk narapidana yang melanggar tata tertib di dalam lapas.
Baca juga: Polri akan Bentengi Indonesia dari Narkoba Zombie
"S itu sudah beberapa kali kami tempatkan di sel khusus, yang kami sebut sel tikus atas kepemilikan ponsel. Tetapi belum lama dia keluar dari sel tikus dia kedapatan lagi membawa ponsel," ujarnya.
Kepada para petugas S mengaku memang dirinyalah salah satu otak di balik pengendalian jaringan narkoba negara Timur-Tengah.
Kendati demikian, pihaknya merasa lega kasus peredaran barang haram tersebut bisa dicegah oleh petugas gabungan. Pihaknya juga mengaku akan lebih meningkatkan pengawasan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
Menanggapi hal itu (Wadir) mengaku percaya jika petugas Lapas Kesambi Cirebon sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir adanya barang terlarang seperti ponsel di dalam lapas.
"Saya yakin dan percaya teman-teman dari lapas sudah melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan, dengan melakukan razia di lapas secara bersama-sama untuk mendeteksi terjadinya peredaran narkotika yang ada di Lapas," ujarnya.
Pihaknya juga meminta agar kegiatan seperti itu terus dilakukan dan ditingkatkan oleh jajaran lapas, agar hal seperti ini tidak kembali terulang.
"Intinya kami berpesan agar semua SOP dilakukan dengan baik di dalam lapas. Pokoknya semua mekanisme harus dilakukan untuk mencegah agar lapas tidak digunakan sebagai sarana untuk menggantikan peredaran gelap narkotika," tutupnya.
(Z-9)
DIREKTORAT Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memindahkan sebanyak 2.189 warga binaan kategori risiko tinggi (high risk) ke Lapas Nusakambangan
PEMERINTAH Indonesia dan Pemerintah Inggris resmi menandatangani Practical Arrangement terkait pemindahan dua narapidana berkewarganegaraan Inggris (Transfer of Sentenced Persons/TSP)
Bentrokan antar geng di penjara Esmeraldas, Ekuador, menewaskan sedikitnya 17 narapidana.
MOMEN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI menjadi kabar gembira bagi ribuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ada di Kalimantan Tengah.
Narapidana tersebut berasal dari empat lapas di Lampung, yakni Lapas Narkotika Bandar Lampung, Lapas Kotabumi, Lapas Gunung Sugih, dan Lapas Bandar Lampung.
SEORANG narapidana atas nama Henderikus Yoseph Seran Bin Anderias Seran dilaporkan melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
KEPOLISIAN Daerah Jawa Tengah mengonfirmasi terjadinya insiden perlawanan bersenjata saat Tim Satresnarkoba Polres Pekalongan melakukan penangkapan pengedar psikotropika.
SEORANG pegawai honorer berinisial MS, 22, ditangkap polisi setelah nekat jadi pengedar pil ekstasi. Aksi MS terbongkar saat dia bertransaksi di Jalan Pahlawan, Deli Serdang.
DUA pria di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, yang terlibat dalam sindikat penyelundupan narkoba ditangkap Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Ditpidnarkoba) Bareskrim Polri.
Penangkapan tersangka berinisial NA (56) itu berlangsung di Jalan Lekatu, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kamis (12/6) sekitar pukul 11.00 WITA.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus menjadi killing ground bagi bandar dan jaringan narkoba.
BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam periode April hingga Mei 2025 telah berhasil mengamankan 21 tersangka pengedar Narkoba di seluruh Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved