Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA eksponen aktivis 98 lintas kampus, lintas organisasi, dan lintas kota akan menggelar halalbihalal sekaligus konsolidasi untuk menyikapi permasalahan bangsa ke depan. Mereka berencana mengeluarkan komunike dan maklumat kebangsaan serta aksi penyalaan lilin sebagai refleksi atas peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Juru bicara aktivis 98, Embay Supriyantoro mengundang secara terbuka kepada seluruh aktivis 98 dalam acara yang akan digelar Sabtu (20/5). Ia berharap para aktivis hadir dan duduk bersama untuk membicarakan permasalahan bangsa.
"Rencananya nanti akan ada orasi singkat bergantian dari para pentolan aktivis 98 terkait kondisi bangsa saat ini dan dilanjutkan dengan jalan kaki dan menyalakan lilin rekleksi Hari Kebangkitan Nasional di depan gerbang MPR/DPR," ujar Embay yang juga pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ), Kamis (18/5).
Baca juga: Sikap Surya Paloh Patut Diteladani
Salah seorang eksponen ejuang 98, Mahendra Uttunggadewa, menggarisbawahi bahwa setelah reformasi 25 tahun berlalu, hanya sebagian kecil dari tuntutan reformasi yang berjalan. Sisanya tidak ada perubahan.
"Korupsi masih terus merajalela, oligarki tetap bercokol, dan pelanggaran HAM belum juga ada penuntasan. Bahkan ada ancang-ancang Dwi Fungsi TNI bakal hidup lagi. Ini utang sejarah aktivis 98 kepada rakyat Indonesia yang belum selesai," ungkap Mahendra alias Dandhi.
Dandhi menyatakan bahwa akan ada hal baru yang akan disampaikan oleh para aktivis 98. "Tunggu saja, silakan datang dan mendengar sendiri maklumat apa yang akan disampaikan." (J-2)
Selain merupakan aset bangsa, hilangnya Kaesang sangat merugikan banyak pihak terutama KPK
Aktivis 98 menganggap Presiden Joko Widodo tidak serius dalam menangani pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Tanah Air.
Ziarah tersebut merupakan sikap para pejuang reformasi yang menolak lupa atas tragedi berdarah 25 tahun lalu.
SEJUMLAH aktivis 98 serta akademisi mengajak para mahasiswa untuk memilih calon pemimpin yang tidak mempunyai hutang masa lalu yakni terduga pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.
Penyelesaian kasus penculikan aktivis1998 tidak sesederhana klaim Prabowo. Bukan soal dikembalikan atau tidak dikembalikan. Memang belanja di warung ada kembaliannya
Al Araf menilai pemerintah menerapkan politic of delay atau politik penundaan soal kasus penculikan aktivis pada 1998. Ada bau amis yang terendus dari hal tersebut.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Akibat lain adalah pilkada oleh DPRD membatasi peluang masuknya kandidat kompeten yang didukung masyarakat.
Tidak ada makan siang gratis di dalam politik. Bantuan elite dan oligarki tentu menuntut balasan.
Akankah bencana kali ini selesai begitu saja ketika kita sudah lupa untuk kemudian kembali sadar karena ada bencana-bencana berikutnya?
Partai politik di Indonesia saat ini juga mengalami permasalah yang sama yakni konstituen lebih terikat pada tokoh daripada pada program atau ideologi partai.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang distorsi ekonomi dinilai merupakan realita yang ada.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved