Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad mengungkapkan bahwa bursa calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 akan diramaikan para tokoh dan pimpinan partai politik.
Selain itu, mereka yang berpotensi untuk menjadi pasangan Ganjar dikatakan Nyarwi adalah yang saat ini juga masuk ke dalam pemerintahan Presiden Jokowi, baik pimpinan partai hingga kepala daerah atau yang pernah menjadi kepala daerah.
Nama-nama yang santer dibicarakan, sering masuk survei, dan juga ada di pemerintahan Jokowi, antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dari Partai Golkar, Menteri BUMN Erick Thohir, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dari Partai Golkar.
"Sejumlah tokoh yang merasa percaya diri bisa mendapatkan tiket cawapres Ganjar dan akan berlomba-lomba untuk dapat dinominasikan dari partai-partai tersebut," ujar Nyarwi seperti dilansir dari Antara, Kamis (27/4).
Baca juga:
> Pengamat: Penetapan Ganjar Pranowo dapat Menggeser Peta Koalisi
> Hanura Nilai Putusan PDIP terhadap Ganjar Pranowo Sudah Tepat
Namun, Nyarwi mengingatkan bahwa gaya atau model memimpin dan performa ketika pernah menjabat sebagai pemimpin di lembaga negara atau pemerintahan juga jadi penentu bisa atau tidaknya menjadi cawapres Ganjar.
Menurut Nyarwi, kriteria ini bisa bersumber dari variabel atau faktor elektoral dengan melihat elektabilitasnya. Namun, dinamika elektoral tentu masih terus berlangsung.
Baca juga:
> PPP Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024
> Pengamat Sebut Prabowo Punya Modal Elektoral Kuat Jika Jadi Cawapres Ganjar
"Ini masih tahap awal tentu saja kita perlu mencermati perubahan dinamika elektoral preferensi pemilih pada sosok-sosok potensial yang berpeluang dinominasikan oleh partai-partai sebagai pendamping Ganjar setiap saat. Berbagai perubahan dukungan pemilih pada sosok capres maupun cawapres masih akan terus berlangsung dan bisa naik turun," tutup Nyarwi. (Z-6)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Profil lengkap Jenderal Gatot Nurmantyo. Simak rekam jejak karier Panglima TNI ke-16, pemikiran Proxy War, hingga peran di gerakan KAMI.
Relawan Jokowi mengklaim Presiden Jokowi telah memaafkan Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis. Polisi diminta mempertimbangkan pencabutan status tersangka.
Selain Tom Lembong, masih ada beberapa mantan menteri era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Berikut beberapa mantan menteri tersebut.
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Jokowi.
“Setahu saya ada. Kan Pak Prabowo sudah ngomong kalau nama-nama dari kabinet Pak Jokowi yang bagus-bagus akan juga dipakai untuk membantu beliau."
MENTERI Sosial Tri Rismaharini bungkam saat ditanya rencana mundur dari kabinet Presiden Jokowi. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke awak media, Selasa (3/9).
PDIP berharap reshuffle kabinet di akhir masa jabatan ditujukan untuk meningkatkan kinerja. Pasalnya, persoalan perekonomian rakyat mendesak untuk diselesaikan.
Saat ditanya lebih lanjut soal Menteri ESDM Arifin Tasrif yang akan digantikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden enggan menjawab kabar tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved