Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Indikator Politik belum lama ini yang memperlihatkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meningkat hingga 70,8% dinilai tidak terlepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sangat terbuka.
Hal itu disampaikan oleh aktivis nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai di Jakarta, Selasa (28/3).
"Saya kira baru kali ini kepolisian di bawah kepemimpinan Pak Listyo sangat terbuka. Semua perubahan baik perubahan kemajuan (progres) dan stagnasi (regress) di tubuh kepolisian dapat dilihat secara transparan," ungkap Natalius dalam keterangannya.
Ia memberikan beberapa catatan kebijakan yang menurut dia berhasil dilakukan Polri selama ini yang ikut memberi kontribusi naiknya tingkat kepercayaan masyarakat.
"Katakan saja modernisasi instrumental seperti sistem tilang elektronik, laporan kamtibmas secara online, bahkan perbaikan, pembelian peralatan signifikan. Ini kebijakan bagus yang dinilai masyarakat," katanya.
Selain itu, reformasi personel yang berorientasi pada kesetaraan dan profesional seperti pembentukan unit reserse perempuan dan anak yang dipimpin oleh polwan, kenaikan jenderal bintang untuk polwan merupakan terobosan yang baik.
Baca juga: KPK Sebut PPATK Salah Langkah Beberkan LHA ke Publik
Bukan hanya itu, kata Pigai, juga ada kebijakan pembentukan dan penguatan kapasitas baru bagi perwira Kombes yang masih antre untuk bintang mencapai 1.000 lebih yang tidak bisa diselesaikan atau dicari solusi oleh para Kapolri sebelumnya.
"Masalah ini oleh Pak Listyo dicarikan solusinya. Polri membentuk atau merevitalisasi unit baru seperti Komandan Brimob yang dinaikkan jadi bintang 3, Kadensus 88 dinaikkan jadi bintang 2, pembentukan unit-unit kesetaraan gender itu semua telah membuka ruang baru agar SDM Perwira Menengah dapat didayagunakan secara maksimal," papar Pigai.
Terlepas dari itu, lanjut dia, kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa Putra telah memberi angin optimisme di masyarakat dan dipahami sebagai sebuah perbaikan signifikan dalam tubuh kepolisian. Hal itu ditunjukkan dengan tidak ada intervensi dari Kapolri atas kedua kasus yang melibatkan perwira tinggi Polri tersebut.
Hal lain adalah keterlibatan kepolisian dalam penugasan negara seperti penyelesaian proses vaksinasi, operasi pasar untuk akselerasi pembangunan nasional yang telah mendapat apresiasi publik.
"Saya optimis dengan melihat perubahan secara signifikan di tubuh kepolisian ini maka sangat bisa diterima jika rakyat memberi penilaian positif sebagai apresiasi publik pada institusi polri dan itu terbukti melalui temuan survei ini. Harapannya ini akan terus meningkat lagi ke depannya," pungkas Pigai. (I-2)
Tujuh anggota timnas putri Iran memutuskan menetap di Australia karena alasan keamanan, sementara pemain lainnya pulang di bawah bayang-bayang ancaman.
Lima pemain sepak bola putri Iran dilaporkan bersembunyi di rumah aman di Australia. Mereka khawatir akan keselamatan jiwanya setelah aksi protes di Piala Asia.
WAKIL Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto Sipin menegaskan penolakan terhadap hukuman mati dengan menempatkan isu tersebut dalam kerangka hak hidup.
Usman Hamid, menilai kasus kekerasan Brimob di Tual mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan pengawasan di tubuh Polri.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Amnesty International Indonesia menilai kematian pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, memperpanjang dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat dan mendesak reformasi struktural Polri.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus
DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, memberikan catatan terkait masa jabatan Kapolri yang tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved