Rabu 15 Maret 2023, 22:57 WIB

Pertemuan Luhut dan Surya Paloh Diduga soal Anies Baswedan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Pertemuan Luhut dan Surya Paloh Diduga soal Anies Baswedan

Dok. NasDem
Pertemuan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

 

PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ke Nasdem Tower untuk menemui Ketum NasDem Surya Paloh menimbulkan spekulasi. Menurutnya, ada kemungkinan Luhut diutus Jokowi untuk membahas posisi NasDem di pemerintahan.

"Luhut tampaknya diutus Presiden Joko Widodo untuk membicarakan posisi NasDem di pemerintahan. Kepastian itu diperlukan karena Jokowi kemungkinan dalam waktu dekat akan melakukan reshuffle setelah pengunduran diri tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga resmi diterimanya," ungkap Jamiluddin di Jakarta, hari ini.

Jamiluddin membaca kemungkinan bahwa pertemuan tersebut untuk menawarkan pilihan pada Surya Paloh untuk tetap berada di pemerintahan.

"Kalau Nasdem tetap ingin di pemerintahan, maka tiga menterinya di kabinet Jokowi akan aman. Opsi ini tentu yang paling diinginkan Jokowi," sambungnya.

Baca juga: Terima Kunjungan Luhut, Surya Paloh Sebut Kewajiban Anak Bangsa Bangun Silaturahmi

Kendati demikian, opsi tersebut akan membuat Paloh meninggalkan Anies Baswedan.

"Namun kalau opsi itu yang diinginkan Paloh, ada kemungkinan ia diminta untuk meninggalkan Anies Baswedan. Pilihan ini tentu simalakama bagi Paloh," tegas mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.

Sebab itu, Jamiluddin menduga Surya Paloh akan tetap pada pilihannya saat ini sembari tetap menegaskan dukungan untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo hingga akhir masa jabatan.

Baca juga: Pertemuan Luhut dan Surya Paloh di Kantor NasDem Berlangsung 1 Jam

"Karena itu, Paloh tampaknya akan memilih tetap di pemerintahan dan kekeuh mengusung Anies. Pilihan itu diambil Paloh untuk menunjukkan konsistensinya mendukung Jokowi hingga 20 Oktober 2024," pungkasnya.

Menurutnya, Paloh ingin menunjukkan ketika NasDem berpisah dengan Jokowi, hal itu bukan karena keputusan dari partainya. Perpisahan itu justru datang dari Jokowi.

"Pilihan ini kemungkinan akan berdampak pada posisi NasDem di pemerintahan. Jokowi tampaknya akan me-reshuffle semua atau sebagian menteri dari NasDem pada waktu dekat ini," pungkasnya.

Tidak goyah

Sementara itu, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan  dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh adalah menyangkut urusan pemerintah. 

"Itu maka bisa ditafsirkan jika Luhut sedang dalam misi mewakili pemerintah," kata Dedi.

Dia menilai, Luhut bertemu Paloh dalam kaitan Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

"Saat ini yang ada kaitan dengan Paloh adalah soal pengusungan Anies Baswedan, dan Jokowi sendiri sering tunjukkan ketidaksukaan atas putusan Paloh itu, bisa saja Luhut beroperasi membuat Paloh batalkan pengusungan Anies," jelas Dedi. 

Meski begitu dia menilai Paloh tidak akan goyah dalam pencapresan Anies.

"Sementara Paloh, sebagai tokoh politik mapan dan senior, tentu pintar menjaga kepentingannya, sehingga ia tetap usung Anies dengan tidak mengorbankan kedekatannya dengan kekuasaan," sebut Dedi. 

Pertemuan ini akan menjadi ajang 'tawar-menawar' para elit politik, yang perlu dibuktikan nantinya siapa yang akan berkompromi. (RO/Z-7)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Jelang Batas Waktu, 33 Ribu Pejabat Negara Belum Serahkan LHKPN 

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 29 Maret 2023, 07:35 WIB
Batas waktu penyerahan LHKPN jatuh pada 31 Maret. Namun ada 33.026 wajib lapor yang belum menyerahkan...
MI/Susanto

Tersangka Kasus Tukin di Kementerian ESDM Berpeluang Terjerat TPPU

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 29 Maret 2023, 07:30 WIB
KPK membuka peluang menerapkan pasal TPPU ke tersangka dugaan korupsi penyaluran tukin di Kementerian...
MI/Adam Dwi

Pengusutan Pencucian Uang Lukas Enembe Tinggal Tunggu Waktu

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 29 Maret 2023, 07:20 WIB
KPK mengatakan pengusutan dugaan TPPU terhadap Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe tinggal menunggu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya