Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebutkan fenomena beberapa partai politik sowan ke Golkar lebih karena menanggapi isu yang berkembang tentang politik elektoral dan kebangsaan.
"Jadi Golkar ini mungkin sebagai partai yang relatively bisa berkomunikasi dengan partai-partai yang lain. Tentu saja Golkar ini sepertinya sebagai tempat curhat dari berbagai partai ini untuk diajak ngobrol terkait dengan dua isu besar politik kebangsaan dan politik elektoral," kata Adi Prayitno di Jakarta, Jumat.
Adi mengatakan apa yang dibicarakan para ketua umum parpol dengan Airlangga Hartarto persisnya memang tidak diketahui publik. Tapi yang jelas, menurut dia Golkar harus dilihat sebagai partai politik yang sudah berpengalaman politik.
"Jadi wajar kalau banyak partai politik ingin bertemu dengan Golkar, karena ini tentu sepertinya sedang mencari keseimbangan politik, karena memang PDIP kan terlihat sangat dominan sebagai partai pemenang pemilu, pileg dan pilpres sekaligus," kata dia.
Baca juga: Manuver Golkar Diduga atas Arahan Istana untuk 'Kacaukan' Koalisi Lain
Soal politik elektoral, kata dia arah komunikasi sepertinya terkait dengan bagaimana prospek konfigurasi politik koalisi yang sebenarnya sampai saat ini masih cukup cair dan dinamis.
Kemudian, kata Adi soal politik kebangsaan, belakangan isu penundaan pemilu yang terus berembus kembali, terkait nasib tentang sistem proporsional tertutup atau pun terbuka yang sedang menggantung menunggu nasib putusan MK.
"Dua hal yang menurut saya parpol-parpol bertemu dengan Golkar, bertemu sebagai upaya mencari solusi, ya upaya komunikasi politik antarpartai," ucap dia.
Adi mengatakan tidak ada hal yang urgen atau pun spesifik dengan kunjungan beberapa parpol seperti PKB, PKS dan Nasdem ke Golkar.
"Sepertinya tidak ada hal yang urgen atau spesifik, tetapi yang jelas karena Golkar mungkin partai pemenang pemilu yang kedua, partai merasa perlu komunikasi, perlu curhat, dan kebetulan (Golkar) mungkin punya tarikan nafas (dari sisi politik elektoral dan kebangsaan)," ujarnya.
(Ant/0L-17)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Alih-alih memperkuat efektivitas kerja parlemen, skema tersebut justru bisa memicu konflik internal.
KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Adies Kadir bukan lagi merupakan anggota maupun pengurus partai.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Castro mengungkap adanya indikasi desain besar untuk melumpuhkan independensi MK dalam menetapkan Adies Kadir.
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan Adies Kadir yang kini menjadi calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengundurkan diri dari Partai Golkar.
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
PKB mendukung langkah-langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Menurut Muhaimin, kepemimpinan Prabowo tidak hanya relevan untuk satu periode, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan.
Menurutnya, seorang tokoh agama memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi teladan bagi umat, bukan justru terlibat dalam tindakan kekerasan.
Isu utama menuju Pemilu 2029 bukanlah sekadar penghapusan PT
Hanif diharap memenuhi panggilan. Keterangan eks Menteri itu dibutuhkan untuk mendalami aliran uang terkait kasus Hery.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved