Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI mengungkap praktek asusila dan pornografi online jaringan international dengan menggunakan aplikasi Bling2.
Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pengungkapan ini bermula dengan banyaknya tindak pidan asusila akhir-akhir ini.
Rahardjo menjelaskan melalui aplikasi Bling2, pengguna akan diarahkan untuk melakukan transfer atau top up sejumlah uang ke rekening milik tersangka. Setelah pengguna melakukan transfer maka pengguna akan mendapatkan sejumlah koin.
Koin tersebut, kata Rahardjo, bisa digunakan untuk memberikan saweran atau gift kepada streamer. Selanjutnya streamer pun akan melakukan sejumlah hal jika mendapatkan saweran.
"Mereka akan melakukan apa saja baik itu awal mula dengan pertontonkan hal yang intim sampai dengan melakukan perbuatan asusila lainnya," papar Rahardjo kepada awak media pada Jumat (3/2).
Rahardjo mengatakan, saweran untuk seorang streamer dalam aplikasi Bling2 tersebut bernilai dari Rp30 ribu hingga jutaan rupiah. Streamer nantinya akan mendapatkan sebanyak 65 persen dari total saweran dalam satu kali streaming.
Baca juga: Hingga H-1, Polda Metro belum Restui Konser Dewa 19 di JIS
"Website ini disamping terjadi tindakan asusila kami analisa mendapatkan juga didalam kolom streamer terdapat permainan judi online dimana setelah penyelidikan koordinasi Ditsiber juga kami dapatkan sementara kita dapatkan server berada di luar negeri," beber Rahardjo.
Rahardjo mengatakan bahwa aplikasi ini secara aktif dikendalikan dari luar negeri yaitu dari Kamboja dan Filipina. "Oleh karena itu kami sampaikan bahwa jaringan ini adalah jaringan international," tutur Rahardjo.
Lebih lanjut, Rahardjo menjelaskan para tersangka yang ditangkap itu bernama Intan Permatasari Sofwan (27), Rudi (28), dan Nani Suryani alias Risma (22). Mereka berperan sebagai streamer yang melakukan aksi pornografi.
Selanjutnya, adapula tiga tersangka lain bernama Ryssen (30) yang berperan sebagai pencuci uang, Aditya Adi Putra (25) sebagai penadah, dan Jefri Bin Pui Hui Alias Koh Asan (29) sebagai akuntan di aplikasi Bling2.
Turut diamankan juga ejumlah barang bukti berupa beberapa pakaian dalam, alat bantu seks, hingga belasan ponsel dan komputer.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 281 KUHP Tentang Kesusilaan, Pasal 303 KUHP Ayat (1) Tentang Perjudian, Pasal 34 JIS, Pasal 8, PASAL 4 Ayat (2) Huruf A, Huruf B, dan Huruf C, UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, Pasal 36 Jo Pasal 10 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, Pasal 33 JIS Pasal 7 dan Pasal 4 Ayat (2) Huruf A, Huruf B, Dan Huruf C UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Pasal 45 Ayat (2) JIS Pasal 27 Ayat (2) dan Pasal 34 Ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, Pasal 55 KUHP, Pasal 56 KUHP. (OL-4)
Dalam pengungkapan judi online, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya menggunakan handphone milik pribadinya. Namun bisa juga menggunakan gadget di tempat perjudian.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya memerangi judol.
Sepanjang 2025, PPATK menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 35,6 juta laporan.
Penurunan drastis ini, memiliki dampak sosial yang besar karena secara langsung menyelamatkan jutaan masyarakat dari kerugian finansial akibat perjudian.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved