Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan membeberkan akar masalah yang membuat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2022 jadi yang terburuk.
Diketahui, IPK Indonesia pada tahun 2022 berada di skor 34 atau yang terburuk dalam dua dekade terakhir.
Hal itu diungkapkan Transparency International Indonesia (TII) yang mencatat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2022 turun empat poin dari tahun sebelumnya.
“Karena rasanya kita terimalah skor 34 sama dengan tahun 2014. Jadi kita kayak poco-poco saja nih naik dikit turun lagi, dan yang kedua kita kayaknya gak bisa tembus angka 40. Jadi bolak-balik terus,” ungkapnya, Selasa (31/1).
Menurut Pahala, turunnya angka indeks persepsi korupsi dari tahun sebelumnya dikarenakan pemberantasan korupsi di Indonesia masih belum terstruktur, massif dan sistematis.
Maka dari itu, lanjut Pahala, angka indeks persepsi korupsi Indonesia selalu naik turun. “Makanya tiap tahun kita deg-degan nungguin. Kalau kita sudah punya sistem pemberantasan terpadu, kita yakin tahun depan naik tahun depan naik lagi. Karena belum sistematis makanya naik turun,” tegasnya.
Baca juga: Tanggapi Romahurmuziy, KPK: Tak Boleh Ada Barang Elektronik di Rutan
“Sekarang yang disoroti adalah indeks tertentu yang berat, seperti country risk atau risiko negara, itu kita pernah di angka 58, sekarang cuma 38. Jadikan jatuh hampir 20 poin. Penurunan,” tambahnya.
Pahala membeberkan tiga hal yang paling urgensi untuk segera dilakukan perbaikan agar korupsi di Indonesia menurun. Ketiganya, yakni impor-ekspor, tata niaga perdagangan, dan perpajakan.
“Berarti kita harus lihat nih, pajak kan jarang dilihat orang. Padahal sebenarnya buat pengusaha kalau direktur diminta suap, gimana bawahannya,” ungkapnya.
Terkait ekspor-impor, Pahala menyebut memang sekarang sudah ada solusinya mengingat adanya aturan komoditas dan kini para pengusaha tak perlu menggunakan surat rekomendasi. Hal itu lantaran semua terkait kerjasama harus melalui digitalisasi supaya transparan.
Pahala pun menyoroti soal pajak yang belum dilrik oleh pemerintah. Khususnya terkait bagaimana pemerintah dalam memperbaiki korupsi di bagian perpajakan.
Intinya, kata Pahala, pemerintah perlu memperbaiki dua aspek dari indeks yang turun di tahun 2022. Yang pertama terkait country risk. Pahala mengingatkan agar pemerintah segera membenahi adanya investor-investor nekat yang datang ke Indonesia.
“Artinya kita harus benahi perpajakan, impor ekspor termasuk tata niaga perdagangan. Satu lagi, skor-skor yang rendah, seperti varieties of democracy project dan rule of law, skor 24 itu rendah banget. Harus dibenahi,” tandasnya. (OL-4)
Asep menduga emas lima kilo itu yang diklaim Linda telah disita KPK. Padahal, penyidik cuma mengambil dokumen dari tangan saksi itu.
Walaupun dalam sidang sebelumnya yang digelar pada 23 September 2025 atau percobaan pertama, majelis hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan.
KPK menyita yang sebesar Rp500 juta dari operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang diminta dari Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma
KPK menegaskan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh meski Presiden Prabowo Subianto tanggung jawab utang Whoosh
KPK harus serius mendalami kasus korupsi dugaan markup proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh dan penggunaan jet pribadi oleh KPU
Budi menjelaskan KPK masih menangani dugaan korupsi pengadaan Google Cloud karena kasus tersebut berbeda dengan kasus yang sedang ditangani Kejagung
Peneliti Pusat Studi Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Zaenur Rohman menilai Indonesia masih berada di kubangan korupsi meski ada peningkatan dalam Corruption Perception Index.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zaenur Rohman, menegaskan meski meningkat, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih di bawah rata-rata global.
Selama ini upaya penengakan hukum selalu menjadi faktor pemberat dalam korupsi.
Bivitri menyoroti sejumlah indikator penyusun IPK Indonesia 2024 yang sebenarnya diisi oleh para pihak yang menaruh harapan dengan pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Setelah revisi UU KPK pada 2019, pemberantasan korupsi berjalan di tempat bahkan mengalami kemunduran.
KETUA Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera tidak puas dengan skor Indonesia pada Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2024
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved