Selasa 24 Januari 2023, 12:00 WIB

ICW Desak Ketua KPU Diberi Sanksi

 Sri Utami | Politik dan Hukum
ICW Desak Ketua KPU Diberi Sanksi

MI/ BARY FATHAHILAH
Peniliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana.

 

INDONESIA Corruption Watch (ICW) terus mengkritisi sikap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari terkait pernyataan yang membuat kontroversi dalam penyelenggaraan pemilu.

Peniliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan pernyataan janggal yang disampaukan Hasyim terkait sistem pemiluhan tertutup, sebenarnya bukan kali pertama disampaikan.

Beberapa bulan sebelumnya yakni pada Oktober, ia pernah menyatakan dukungan terhadap sistem proporsional tertutup dengan alasan desain surat suara.

"Padahal KPU sebagai lembaga memiliki mandat menjalankan perintah undang-undangan, bukan justru melontarkan pendapat yang melenceng dari mandat UU Pemilu. Atas dasar peristiwa itu, menjadi wajar dan dapat dipahami jika sebagian besar masyarakat dan partai politik melayangkan kritik tajam kepada Hasyim," ujarnya.

Baca juga: KPU Akui Aplikasi Pendaftaran Calon DPD Bermasalah

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/1) dia menguraikan empat poin penting mengenai sistem proporsional tertutup.

Pertama, sistem proporsional tertutup menjauhkan partisipasi masyarakat dalam menentukan calon wakilnya di lembaga legislatif.

Kedua, proporsional tertutup sama sekali tidak menghapus tren politik uang, melainkan hanya memindahkan, dari calon ke masyarakat menjadi calon ke partai politik.

Sebab, kandidat terpilih bergantung pada nomor urut calon anggota legislatif yang ditentukan sepenuhnya oleh partai politik.

"Bagaimana tidak, penentuan calon anggota legislatif yang akan terpilih bukan berada pada masyarakat, melainkan di internal partai politik"

Ketigaproporsional tertutup membuka ruang terjadinya nepotisme di internal partai politik. Bukan tidak mungkin, calon-calon yang memiliki relasi dengan struktural partai dapat dimudahkan untuk mendapatkan nomor urut tertentu.

Keempat, sistem proporsional tertutup berpotensi menghilangkan relasi dan tanggung jawab anggota legislatif kepada rakyat.

Bagaimana tidak, penentuan akhir keterpilihan calon berada di bawah kekuasaan partai dan oleh karenanya anggota legislatif terpilih hanya akan bertanggung jawab kepada partai politik.

"Bisa dibayangkan, masih dalam tahap pencalonan saja, proses penjaringan calon anggota legislatif terbilang sangat tertutup," ujarnya.

"Atas dasar itu, tak heran jika kemudian pada 2019 lalu mereka secara serampangan mengusung 72 calon anggota legislatif yang sebelumnya pernah menyandang status sebagai narapidana korupsi," kata Kurnia.

"Dengan logika yang sama, tentu sulit menaruh kepercayaan kepada partai politik menentukan sendiri calon terpilih melalui skema proporsional tertutup," paparnya.

Pernyataan Hasyim patut diduga telah melanggar kode etik sebagaimana diatur dalam Pasal 8 huruf c Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Aturan itu menyebutkan bahwa dalam melaksanakan prinsip mandiri, penyelenggara pemilu dilarang mengeluarkan pendapat atau pernyataan yang bersifat partisan atas masalah atau isu yang sedang terjadi dalam proses pemilu.

"Atas dasar itu, penjatuhan sanksi merupakan pilihan yang tepat dan rasional diberikan kepada pemimpin KPU RI ini," tukasnya. (Sru/OL-09)

Baca Juga

Tangkapan layar/ANTARA/Putu Indah Savitri

Jadi Macan Ompong, Posisi Inspektorat Daerah Perlu Dikaji

👤 Tri Subarkah 🕔Rabu 01 Februari 2023, 12:49 WIB
Peran dan posisi inspektorat daerah perlu dikaji ulang sebagaimana usulan Jaksa Agung Sanitiar...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ditanya Reshuffle, Jokowi: Yang Pasti Hari ini Rabu Pon

👤 Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:53 WIB
Presiden Joko Widodo tidak memberikan keterangan terkait rencana perombakan kabinet yang diisukan akan dilaksanakan pada hari...
Dok. Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan

8 Gubernur Sepakat Meneruskan RUU Daerah Kepulauan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 10:26 WIB
Percepatan pengesahannya menjadi UU merupakan upaya untuk menjadikannya sebagai payung hukum bagi pembangunan daerah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya