Jumat 13 Januari 2023, 15:05 WIB

Mahfud MD sebut Tokoh Papua Dukung Penegakan Hukum Lukas Enembe

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Mahfud MD sebut Tokoh Papua Dukung Penegakan Hukum Lukas Enembe

MI/USMAN ISKANDAR
Tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan kondisi Papua kondusif usai penangkapan tersangka kasus dugaan korupsi Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sekarang Papua sangat kondusif dan tokoh-tokoh Papua sudah bicara agar hukum ditegakkan terhadap Lukas Enembe. Semua tuh, ketua KNPI, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat (mengatakan) tegakkan hukum," kata Mahfud di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.

Mahfud menilai kondisi kondusif itu nampak dari semakin sedikitnya orang yang terlibat dalam aksi demonstrasi sejak penangkapan Lukas Enembe di Kota Jayapura, Papua, pada Selasa (10/1).

"Kami dikritik oleh rakyat terus, seakan-akan takut pada Lukas Enembe dan gengnya. Ya, kami selidiki seberapa besar sih? Mula-mula ribuan orang demo, kami biarin. Akhirnya, turun-turun, sampai akhirnya di bawah 100 (orang), itu pun hanya orang makan. Bagaimana menghitungnya? Hitung dari beli nasi bungkus berapa untuk kasih orang itu. Setiap hari turun, berarti setiap hari pengikutnya kan tidak ada. Sekarang sangat kondusif kan?" ungkap Mahfud.

Baca juga: Polri: Tujuan Anton Gobay Beli Senpi untuk Dijual di Papua

Pemerintah pun terus mengawasi pergerakan uang oleh orang-orang terkait tersangka Lukas Enembe.

"Kan ada uang otorisasinya oleh ini, oleh itu; kami awasi lewat PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Kalau itu digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum, perusakan, dan sebagainya; (maka) akan kami ambil secepatnya," tegasnya.

Setelah ditangkap, Lukas Enembe sempat dibantarkan untuk menjalani perawatan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Selasa (11/1). Namun, pada Rabu (12/1), penangguhan penahanan sudah dibatalkan sehingga Lukas Enembe menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.

Lukas Enembe ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama-sama dengan Direktur PT Tabi Bangun Papua Rijatono Lakka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua.

Dalam perkara tersebut, Rijatono Lakka diduga menyerahkan uang kepada Lukas Enembe sekitar Rp1 miliar setelah terpilih mengerjakan tiga proyek infrastruktur di Pemprov Papua, yakni proyek multiyears peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar; proyek multiyears rehab sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar; dan proyek multiyears penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

KPK menduga tersangka Lukas Enembe telah menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya, di mana berdasarkan bukti permulaan sejauh ini berjumlah sekitar Rp10 miliar.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan Lukas Enembe selama 20 hari ke depan terhitung pada 11-30 Januari 2023 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.(Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/Moh Irfan

Anies Resmi Dapat Tiket Capres, Pengamat: Segera Diikuti Koalisi Lain

👤Putra Ananda 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:22 WIB
Ketika NasDem, PKS dan Demokrat meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) tidak menutup kemungkinan koalisi lain akan mengikuti jejak koalisi...
MI/RAMDANI

Surya Paloh Bicara Kemungkinan Tarik-Menarik Antara NasDem dan KIB

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:09 WIB
Surya Paloh menyampaikan alasan lebih dulu berkunjung ke Golkar daripada Demokrat dan PKS. Alasan kuatnya karena Golkar dianggap memiliki...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kunjungi Golkar, Surya Paloh: Ada Romantisme 43 Tahun

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 14:52 WIB
Surya Paloh mengungkap ada romantisme antara NasDem dengan Golkar, terutama bagi dirinya. Sebab, sejarah panjang perjalanan politiknya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya