Kamis 12 Januari 2023, 16:08 WIB

Administrasi Lengkap, Gugatan soal PN UKAI ilegal Diterima PTUN

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Administrasi Lengkap, Gugatan soal PN UKAI ilegal Diterima PTUN

dok.ist
Ratusan mahasiswa apoteker menggeruduk kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Jakarta Timur, Kamis (12/1/2023).

 

RATUSAN mahasiswa menggeruduk kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Jakarta Timur, Kamis (12/1/2023). Mereka menuntut hakim PTUN menyetop seluruh aktivitas Panitia Nasional Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) yang dinilai merugikan mahasiswa.

"Kita menuntut, meminta hakim di PTUN untuk segera menghentikan aktivitas yang dilakukan PN UKAI. Karena kami lihat ini sidang tergugat tetapi aktivitas masih bisa berjalan dengan normal seperti biasa," ujar koordinator lapangan Aliansi Apoteker dan Asisten Apoteker Peduli Negeri (AAPN), Wiryawan kepada wartawan.

Diketahui, gugatan terhadap PN UKAI, Menteri Kesehatan dan konsil kefarmasian sebelumnya dilayangkan Aliansi dan pihak lainnya, melalui kuasa hukum dari LKBH Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta. Ini terkait aktivitas menyelenggarakan ujian PN UKAI, yang dinilai tak memiliki dasar hukum dan dipandang merugikan mahasiswa.

Menurut Wiryawan, penghentian seluruh aktivitas PN UKAI diharapkan dilakukan dalam waktu segera. Sebab, bulan depan mereka sudah akan melakukan ujian kembali.

"Teman-teman kami di seluruh Indonesia ini sudah dipalak, sudah dimintai uang Rp600 ribu. Ada 5 ribu lebih peserta di seluruh Indonesia. Belum lagi ada yang harus dibayar juga Rp600 ribu untuk try out. Kemudian satu lagi bervariatif ada yang Rp600 ribu ada yang sampai Rp1,5 juta, ujian osce namanya," papar Wiryawan.

"Ini bayangkan kerugian mahasiswa, dan apabila mereka tidak lulus harus mengulang lagi, dalam waktu 6 bulan baru ada lagi. jika dalam waktu 6 atau 7 kali tidak lulus ujian, maka dipastikan akan drop out dari kampus, karena NIM-nya sudah tidak aktif di Dikti," imbuhnya.

Aksi unjuk rasa sempat memanas kala mahasiswa membakar sejumlah ban, dan hendak dipadamkan petugas. Namun akhirnya demonstrasi berakhir kondusif.

Sementara, kuasa hukum mahasiswa, Bambang Prabowo, mengatakan bahwa dalam sidang kedua ini, gugatan mereka akhirnya diterima pengadilan. "Awal administrasi kita sudah diterima, dan sesuai harapan kami. Kita juga minta penundaan pelaksanaan kegiatan PN UKAI, yang terjadi selama ini yang merugikan seluruh mahasiswa," ujar Bambang.

Meski begitu, gugatan yang tadinya kepada tiga pihak, kini hanya berfokus kepada Menteri Kesehatan. Bambang meminta SK yang diterbitkan Komite Farmasi Nasional (KFN) sebagai dasar hukum PN UKAI, dicabut.

"Karena dia melanggar PP Nomor 51 Tahun 2009, Permenkes 889 Tahun 2011, UU Nomor 36 Tahun 2014, UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pendidikan. Jadi PN UKAI melakukan kegiatan ilegal selama ini. Kami harap PN UKAI tidak melakukan kegiatan ilegal kegiatan memungut biaya merugikan mahasiswa apoteker seluruh Indonesia," jelasnya.

Tim kuasa hukum lainnya, Anton Sudanto menambahkan, bahwa pihaknya mengugat dasar hukum dari keberadaan PN UKAI, bukan individu. Ia pun berharap agar PN UKAI tak melakukan aktivitasnya, selama sidang gugatan berlangsung.

"Yang kita gugat ini legal standing-nya PN UKAI, bukan pihak-pihak pribadi A, pribadi B. Nah maka itu kami sudah mengajukan permohonan PN UKAI tidak boleh melakukan kegiatan. PN UKAI harus menghormati persidangan, sampai persidangan selesai atau putusan inkrah, tidak boleh melakukan kegiatan," ujar Anton.

Rencananya, pekan depan sidang akan kembali digelar. Tapi, sidang dilaksanakan melalui e-court atau daring.  "Jadi kita akan di e-court sampai pembacaan gugatan, jawaban, replik, duplik. Kemudian saksi dan bukti baru kita offline," ungkapnya.

Pihaknya berharap majelis hakim masih memiliki hati nurani, sehingga berani menetapkan penundaan PN UKAI dalam sidang pertama minggu depan. "Kami terus berjuang meskipun ada teror dan intimidasi dari oknum-oknum tertentu," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga

MI/HO

Purnawirawan TNI AD dan Warga Pos Pengumben Curhat ke Komisi I DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
SEJUMLAH purnawirawan TNI AD dan warga Pos Pengumben menggelar audiensi dengan Komisi I DPR RI membahas sengketa lahan di Kelurahan Kelapa...
Dok. Peradi

Kunjungi MA, Advokat Malaysia Pelajari Sistem Peradilan Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
Para advokat dari Malaysia yang didampingi pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), terlihat antusias menyimak paparan dari...
Medcom/Kautsar Widya Prabowo.

Bertemu Dua Jam, PKS-NasDem Sepakat Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:24 WIB
Sohibul bersama Surya Paloh sepakat untuk menjaga dinamika politik yang terus meningkat. Harapannya, kondisi politik di Indonesia dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya