Selasa 03 Januari 2023, 18:12 WIB

Anwar Abbas Sesalkan Penggunaan Dana Baznas untuk Perbaikan Rumah Kader PDIP

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Anwar Abbas Sesalkan Penggunaan Dana Baznas untuk Perbaikan Rumah Kader PDIP

Dok.MI
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas

 

KETUA Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menyayangkan sikap pengurus Baznas Jawa Tengah yang akan menggunakan dananya untuk perbaikan puluhan rumah kader PDI Perjuangan.

Menurutnya Baznas memiliki minimal tiga jenis dana, yaitu dana zakat, infak dan sedekah. Ketiganya sudah memiliki peruntukan yang jelas seperti zakat yang peruntukan untuk ashnaf yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, orang yang dililit hutang.

“Jika hal demikian memang terjadi tentu tindakan dari pengurus Baznas yang memberikannya sangat kami sesalkan, begitu juga dengan pihak politisi yang menerima serta pihak-pihak yang merekomendasikannya,” ujarnya, Selasa (3/1).

Dia menekankan agar pengelolaan dana yang ada di Baznas berjalan baik dan sesuai dengan ketentuan syariah maka dia mengusulkan kepada pemerintah supaya memeriksa dan mengaudit Baznas dari tingkat pusat sampai daerah karena dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan anggaran.

“Maka tidak mustahil telah terjadi penyalahgunaan terhadap dana baznas yang ada. Bahkan tidak mustahil dana baznas tersebut juga telah dikerubutin oleh orang tertentu yang punya kekuasaan yang memang secara hukum dan syariat agama tidak boleh dilakukan,” cetusnya.

Baca juga: Mayoritas Menolak, Hanya PDIP yang Dukung Proporsional Tertutup

Hal tersebut penting dilakukan agar tidak ada fitnah di tengah masyarakat sehingga Baznas dapat dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga penghimpun dan pengelola dana zakat infak dan sedekah.

Sementara itu menurut Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi mengatakan dana zakat Baznas harus disalurkan kepada yang berhak sesuai tuntunan Alquran dalam surat at- Taubah 60, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, gharim, riqab, fi sabiillah dan ibnu sabil.

“Soal jumlah dan penentuan siapa saja yang menerima zakat di antara mereka tergantung kebijaksanaan pemerintah , dengan asas keadilan dan pemerataan. Jika kader parpol memang kebetulan saja termasuk golongan yang berhak ya boleh saja, namun tentu tidak boleh diskriminatif kader tertentu tanpa memandang yang lain,” tukasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Moh Irfan

Anies Resmi Dapat Tiket Capres, Pengamat: Segera Diikuti Koalisi Lain

👤Putra Ananda 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:22 WIB
Ketika NasDem, PKS dan Demokrat meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) tidak menutup kemungkinan koalisi lain akan mengikuti jejak koalisi...
MI/RAMDANI

Surya Paloh Bicara Kemungkinan Tarik-Menarik Antara NasDem dan KIB

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:09 WIB
Surya Paloh menyampaikan alasan lebih dulu berkunjung ke Golkar daripada Demokrat dan PKS. Alasan kuatnya karena Golkar dianggap memiliki...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kunjungi Golkar, Surya Paloh: Ada Romantisme 43 Tahun

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 14:52 WIB
Surya Paloh mengungkap ada romantisme antara NasDem dengan Golkar, terutama bagi dirinya. Sebab, sejarah panjang perjalanan politiknya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya