Jumat 30 Desember 2022, 14:13 WIB

Pencalegan Sistem Proporsional Terbuka Masih yang Terbaik

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Pencalegan Sistem Proporsional Terbuka Masih yang Terbaik

Dok.MI
Ilustrasi

 

PEMILIHAN legislatif dengan sistem proporsional terbuka masih menjadi yang terbaik untuk diterpkan di Indonesia pada 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Konsultasi Publik Algoritma Aditya Perdana menanggapi isu sistem proporsional tertutup yang mungkin diterapkan pada Pileg 2024.

"Sistem pemilu PR (proportional representation) terbuka yang dijalankan sejak Pemilu 2009 adalah masih yang terbaik dilakukan oleh Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (30/12).

Aditya sendiri menginsyafi bahwa sistem proporsional terbuka masih meninggalkan banyak masalah, seperti politik biaya mahal serta lebih menonjolnya personaliasasi caleg dalam kampanye ketimbang partai politik.

Kendati demikian, sistem yang terbuka itu harus diakui mendorong pemilih dalam mengenali dan mencari tahu latar belakang caleg yang ada di dapilnya.

"Caleg pun akan berusaha secara konsisten memelihara dan merawat pemilihnya dengan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Idealnya, sistem pemilu kita makin mendekatkan kepada pemilih, bukan malah semakin menjauhkan pemilih," jelas Adit.

Baca juga: PSI: Sistem Proporsional Tertutup Khianati Demokrasi

Lebih jauh, pengajar pada Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia itu berpendapat agenda mendorong pergantian sistem pemilu sebaiknya ditunda atau ditahan. Sebab, tahapan Pemilu 2024 sudah berjalan saat ini.

Selain itu, pergantian sistem pemilu secara komprehensif seharusnya dilakukan melalui fungsi legislasi DPR RI dengan merevisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada, bukan di ranah Mahkamah Konstitusi.

Sebelumnya, isu perubahan pencalegan ke sistem proporsional tertutup diembuskan langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari. Awalnya, ia meminta tokoh politik agar tidak memasang iklan maupun berkampanye dini.

"Kami berharap kita semua menahan diri untuk tidak pasang-pasang gambar dulu, siapa tahu sistemnya kembali tertutup," kata Hasyim. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Penanganan Laporan Dana Desa Lewat Hukum Jadi Upaya Terakhir

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:52 WIB
Menurut Kejagung, tindak lanjut pengaduan dana desa harus diinvestigasi terlebih dahulu oleh inspektorat daerah secara...
MI/Moh Irfan

Anies Resmi Dapat Tiket Capres, Pengamat: Segera Diikuti Koalisi Lain

👤Putra Ananda 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:22 WIB
Ketika NasDem, PKS dan Demokrat meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) tidak menutup kemungkinan koalisi lain akan mengikuti jejak koalisi...
MI/RAMDANI

Surya Paloh Bicara Kemungkinan Tarik-Menarik Antara NasDem dan KIB

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:09 WIB
Surya Paloh menyampaikan alasan lebih dulu berkunjung ke Golkar daripada Demokrat dan PKS. Alasan kuatnya karena Golkar dianggap memiliki...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya