Jumat 30 Desember 2022, 10:45 WIB

PSI: Sistem Proporsional Tertutup Khianati Demokrasi

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
PSI: Sistem Proporsional Tertutup Khianati Demokrasi

Dok DPP PSI
Juru Bicara DPP PSI Ariyo Bimmo

 

PSI menolak penerapan sistem proporsional tertutup pada Pemilihan Umum 2024 dengan sejumlah alasan.

Juru Bicara DPP PSI Ariyo Bimmo berpendapat, sistem proporsional terbuka adalah kemajuan esensial dalam demokrasi. Kerugian konstitusional yang dikeluhkan justru lebih besar apabila diterapkan sistem proporsional tertutup.

"Kedua, sebagai seorang calon legislatif tentunya akan merasa hak konstitusionalnya dilaksanakan secara penuh ketika bisa mengkampanyekan dirinya sebagai individual wakil rakyat," ujar Ariyo lewat keterangan resmi yang diterima, Sabtu (30/12).

Ketiga, bagi para pemilih akan lebih puas ketika bisa mencoblos orang yang memang diinginkannya untuk menjadi wakil rakyat. Menurutnya, kompetisi antarcaleg itu bagus untuk memperkuat sistem merit dalam perekrutan anggota legislatif. Siapa yang punya rekam jejak, pemikiran dan kerja yang bagus, akan dipilih rakyat.

"Keempat, PSI yakin sistem proporsional terbuka sudah sesuai dengan keinginan pembentuk UU dan tidak memiliki kelemahan konstitusional. Kami yakin Mahmakah Konstitusi konsisten mempertahankan keyakinan yang sama ketika memutus sistem proporsional terbuka sebelumnya," tandasnya.

Ia melanjutkan, sistem proporsional tertutup akan meredam perkembangan politisi muda sehingga urut kacang dan nomor sepatu kembali berlaku. 

"Caleg nomor urut lima kebawah hampir mustahil mendapatkan kursi sehingga akan berkampanye seadanya," jelas Ariyo.

Ketujuh, lanjutnya, sistem proporsional tertutup hanya menguntungkan elite partai. Kompetisi kader partai bukan lagi memenangkan pikiran dan hati rakyat, tapi mendekati dan merayu elite partai. "Termasuk, dengan membayar untuk memperebutkan “nomor cantik" nomor urut satu. Kedelapan, sistem proporsional tertutup sangat berpotensi mengkhianati  demokrasi kerakyatan. Karenanya, PSI menolak sistem proporsional tertutup," tandasnya.

PSI, sambungnya, sedang mempertimbangkan mengambil langkah hukum jika uji materi yang sekarang berlangsung di MK mengarah pada dihapuskannya sistem proporsional terbuka. 

"PSI akan mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam permohonan uji materi tersebut," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

MI/Susanto.

Anak Haji Lulung Dipastikan akan Bergabung Ke Partai NasDem

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Kamis 09 Februari 2023, 15:26 WIB
Selain itu, Guruh mengajukan pembuatan kartu tanda anggota (KTA) sebagai kader resmi NasDem. Dengan demikian, besar kemungkinan Guruh akan...
ANTARA FOTO/Yudi

Jokowi: Pers Membuka Harapan orang Biasa seperti saya jadi Presiden

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 Februari 2023, 15:06 WIB
Jokowi mengaku telah bersahabat baik dengan insan pers sejak lama. Ia pun berterima kasih kepada para pewarta yang sudah mengikutinya sejak...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Besok, Cak Imin Akan Bertemu Airlangga Sambil Jalan Santai

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:52 WIB
Jazilul mengatakan bahwa pertemuan kedua ketua umum yang berlangsung dalam suasana serius tapi santai itu akan membahas seputar koalisi dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya