Senin 05 Desember 2022, 13:53 WIB

Terbukti Konsisten, Status JC Eliezer Akhirnya Diterbitkan

Irfan Julyusman | Politik dan Hukum
Terbukti Konsisten, Status JC Eliezer Akhirnya Diterbitkan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer (kanan)

 

KUASA hukum Richard Eliezer paparkan alasan baru diterbitkannya rekomendasi justice collaborator.

Ronny Talapessy sampaikan bahwa diterbitkannya rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) setelah lembaga tersebut mengulas kesaksian Richard selama persidangan.

LPSK mengkaji pernyataan Richard apakah terdakwa tersebut memberikan keterangan palsu atau tidak.

"Jadi gini, LPSK inikan selama persidangan inikan assesment atau melakukan review terhadap RE (Richard Eliezer)" kata Ronny saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12).

"Apakah keterangan ini berubah atau keterangannya berbohong" sambungnya.

Ronny lantas memberikan kesimpulan bahwa keterangan dari kliennya sesuai dengan keterangan yang disampaikan kepada LPSK. Lantaran hal tersebut, Ronny menilai bahwa LPSK memiliki kewajiban untuk mengeluarkan rekomendasi kepada Richard sebagai justice collaborator.

"Kesimpulan dari LPSK bahwa keterangan dari RE kemarin yang waktu ketika RE menjadi saksi, ini sesuai dengan keterangan yang disampaikan di lpsk" ujar Ronny.

Baca juga: Kuasa Hukum RE Ungkap Ciri-ciri Wanita Menangis di Rumah FS

"Sehingga lpsk berkewajiban untuk mengeluarkan rekomendasi" sambungnya.

Sebelumnya telah diketahui bahwa, Richard Eliezer merupakan salah satu dari lima terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Telah diberitakan juga bahwa, jaksa mendakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf bersama dengan dua terdakwa lainnya yaitu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan rencana jahat untuk merenggut nyawa Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Atas perbuatannya, jaksa mendakwa kelima terdakwa tersebut telah melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Atas dakwaan tersebut, para terdakwa terancam pidana maksimal yaitu hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Terdakwa Indosurya Bebas, Pemerintah Revisi UU Koperasi

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 13:17 WIB
"Kita mohon pengertian kepada DPR, kita akan merivisi Undang-Undang (UU)...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Mahkamah Agung Yakini Independensi Hakim Pengadil Sambo Cs

👤┬áTri Subarkah 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 13:13 WIB
Mahkamah Agung meyakini independensi majelis hakim yang mengadili perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua...
.

BNPT Asesmen 6 Stadion Pastikan Keamanan Piala Dunia U20

👤RO/Micom 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 12:08 WIB
Piala Dunia U20 Indonesia 2023 akan diikuti 24 negara dengan melibatkan 1.500...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya