Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama bakal calon presiden (bacapres) Partai NasDem Anies Baswedan mendominasi hasil survey elektabilitas capres 2024 yang dilakukan oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia.
Selain kedua nama tersebut, terdapat juga nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang masuk dalam 3 besar tokoh capres 2024 dengan elektabilitas tertinggi.
"Semakin mendekati pemilu, mata publik akan semakin fokus pada peta kompetisi antar kandidat presiden dan partai politik Layaknya nonton pacuan kuda. Masyarakat akan terus mengamati pergerakan elektoral para kandidat dan partai yang bersaing, khususnya yang menjadi pilihan mereka," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil survey terbarunya di Jakarta, Kamis (1/12).
Survei dilakukan pada 30 Oktober hingga 5 November 2022. Indikator menggunkan metode multistage randim sampling dalam menentukan respoden. Total terdapat 1.220 responden yang dilibatkan secara tatap muka. Margin of error survei berada di angka 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Berdasarkan survei, Ganjar Pranowo masih menjadi tokoh dengan tingkat elektabilitas capres tertinggi mencapai 27,2 persen. Diikuti nama Anies Baswedan sebesar 23,9 persen. Selanjutnya Prabowo yang mengantongi 17,8 persen elektabiltas. Selebihnya terdapat nama Ridwan Kamil 8,9 persen, serta AHY 4,5 persen.
"Mungkin karena jarak ke pemilu masih cukup lama, tokoh tokoh yang mendapat dukungan publik untuk maju sebagai calon presiden sepanjang setahun terakhir belum berubah. Mereka yang selalu menduduki posisi atas adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Belum ada tokoh lain yang mampu menyusul posisi mereka," ujarnya.
Baca juga: Prioritaskan Pencapresan Airlangga, Bukti Soliditas KIB
Dalam survei tersebut juga terlihat bahwa nama Anies Baswedan mengalami peningkatan dukungan dalam waktu kurang lebih dua bulan sejak dicapreskan oleh NasDem. Sementara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto trennya cenderung menurun terutama Prabowo yang sebelumnya masih di posisi ke dua selama kurang lebih enam bulan.
"Sementara nama lain masih jauh lebih rendah Hingga simulasi daftar 10 nama, Ridwan Kamil dukungannya lebih besar selain tiga besar di atas, tapi masih kurang dari 10 persen," ungkapnya.
Burhanuddin menjelaskan dinamika persaingan antarkandidat presiden yang relative rendah mendorong parpol untuk lebih memilih menunggu momentum yang tepat untuk memberikan dukungan.
PDIP belum menentukan piluhan meskipun bisa mengusung sendiri sementara Golkar, PAN dan PPP baru sebatas membentuk koalisi, tapi belum juga menentukan capres. Begitupun Gerindra secara internal mengajukan Prabowo Subianto, tetapi belum memiliki kesepaktan resmi dengan PKB selaku patai koalisi.
"Sementara deklarasi Anies Baswedan sebagai capres oleh Partai NasDem telah mengakhiri sikap bungkam parpol. Terbukti deklarasi ini memicu pro kontra dari sejumlah parpol, khususnya berkaitan dengan posisi NasDem sebagai bagian dari pemerintah dan sikap Anies yang kerap berseberangan dengan pemerintah. Ada yang memandang langkah NasDem tidak konsisten, tidak loyal, tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai manuver politik biasa," ungkapnya. (OL-4)
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved