Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SAKSI ungkap bahwa ia diminta untuk menghapus foto Yosua Hutabarat alias Brigadir J seusai dilakukannya otopsi di RS Polri Kramat Jati.
Kesaksian tersebut disampaikan oleh Arif Rachman Arifin yang juga merupakan terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam menangani kasus kematian Brigadir J dalam persidangan dengan terdakwa Ricky Rizal, Richard Eliezer, dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11).
"Kapan Susanto (Kabag Gakkum Provost DIVPROPAM Polri Susanto Haris) memerintahkan saudara untuk menghapus semua dokumentasi?" tanya Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11).
"Selesai otopsi" jawab Arif.
Arif mengatakan bahwa Susanto meminta Arif untuk menghapus dokumentasi yang ia peroleh dan dikirimkan kepada Susanto. Arif mengatakan bahwa Susanto meminta agar dokumentasi tersebut hanya dapat melalui 'satu pintu'.
"Jadi beliau disampaikan agar dokumentasi dikirimkan ke beliau semuanya biar satu pintu lalu di handphone anggota sudah tidak ada lagi yang tersebar cukup satu pintu laporan dan penyimpanan file foto" ucap Arif.
Kesaksian Arif tersebut lantas dipertanyakan oleh Hakim, Hakim meminta keterangan Arif alasan dimintanya penghapusan hasil dokumentasi Yosua oleh Susanto.
Baca juga: Tingkat Kepuasan Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Turun
"Saudara tadi cerita foto-foto yang saudara ambil bukan sesuatu yang signifikan? Kenapa suruh dihapus?" tanya Hakim.
"Tidak tau yang mulia" jawab Arif.
Sebelumnya, Arif turut dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ricky Rizal, Richard Eliezer, dan kuat Ma'ruf.
Selain Arif, jaksa turut memanggil terdakwa obstruction of justice lainnya yaitu Agus Nurpatria, dan Chuck Putranto. Keempatnya akan memberi kesaksian terhadap apa yang mereka ketahui tentang kematian Yosua Hutabarat yang turut melibatkan atasannya saat itu eks Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri Ferdy Sambo.
Telah diberitakan bahwa dalam surat dakwaan, jaksa mendakwa Ferdy Sambo bersama Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf telah bersama-sama merencanakan pembunuhan terhadap Yosua Hutabarat.
Dalam kasus ini, JPU mendakwa Richard, Ricky, Ferdy, Putri, dan Kuat telah melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.
Atas dakwaan jaksa tersebut, maka kelimanya terancam pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (OL-4)
POLDA Metro Jaya mengungkapkan alasan di balik keputusan keluarga selebgram Lula Lahfah yang menolak prosedur autopsi terhadap jenazah almarhumah.
Emosi Serma Christian Namo meledak setelah jenazah putranya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, 23, tidak bisa diautopsi di Rumah Sakit Wirasakti Kupang, NTT.
Dokter forensik mengungkap sebagian besar dari 15 paramedis dan petugas penyelamat yang tewas akibat serangan Israel, meninggal karena luka tembak di kepala dan dada.
Proses penyelidikan kematian Kenzha dilakukan dengan proses penyelidikan secara ilmiah
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan di Malaysia tengah dalam proses autopsi.
POLISI mengungkap hasil autopsi Sandy Permana, pemeran sinetron Misteri Gunung Merapi yang tewas setelah ditikam diduga oleh tetangganya di pinggir jalan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Secara konstitusional, Polri berada di bawah Presiden sebagai bagian dari cabang eksekutif.
KOMISI Kepolisian Nasional atau Kompolnas mendorong Polri untuk tidak berhenti pada penghukuman terhadap AKBP Didik Putra Kuncoro, Kapolres Bima Kota nonaktif atas dugaan kepemilikan
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved