Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem optimistis akan meraih kemenangan besar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang di Sulawesi Tengah.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad M Ali mengatakan, kalau dulu Joko Widodo bisa NasDem menangkan 50 persen. Makan bukan mustahil, untuk bakal calon presiden Anies Rasyid Baswedan akan meraih kemenangan 75%.
“Saya begitu yakin dengan kemenangan Anies di Sulteng,” terangnya saat berpidato di hadapan ribuan pendukung/relawan Anies Rasyid Baswedan yang memadati Jodjokodi Conventio Center (JCC) Palu, Kamis (24/11).
Menurut Anggota DPR RI itu, di Sulteng NasDem punya gubernur dan ketua DPRD. Selain itu punya basis masa yang jelas.
Oleh karena itu, jika 2024 NasDem kalah, maka ada yang salah sehingga perlu dievaluasi semuanya. “Maka harus bekerja keras. NasDem di Sulteng harus membangun kolaborasi dengan seluruh masyarakat untuk meraih kemenangan itu,” tegasnya.
Ahmad mengaku, kalau kerja kolaboratif diterapkan, ia begitu yakin dengan kemenangan. “Kemenangan itu bukan mustahil. Dan kita bisa raih,” ujarnya.
Baca juga: Perempuan Punya Legitimasi Kuat Wujudkan Indonesia Jadi Bangsa yang Besar
Ahmad menyebutkan, tidak perlu ada lagi keraguan kepada Anies, karena Anies merupakan bakal calon presiden yang memiliki semua kriteria sebagai presiden.
Selain itu, Anies Baswedan mampu membawa keadilan bagi rakyat.
“Terlebih kecerdasan yang luar biasa dimiliki Anies. Termasuk soal ketampanan beliau, karena bagi siapa saja yang melihatnya pasti tersenyum. Sekarang Anies datang di Palu sebagai bakal calon. Nanti 2024, beliau datang merayakan kemenangan,” paparnya.
Oleh karena itu, Ahmad berharap, semua pendukung/relawan bekerja keras, karena kemenangan itu mutlak untuk diwujudkan.
Ia meyakini, tidak hanya di Sulteng, namun NasDem bisa memenangi Pemilu 2024.
“Dan kami sangat yakin NasDem bisa memenangkan Pemilu 2024, dan Anies Baswedan menjadi presiden," jelasnya.
Ahmad menambahkan, bahwa keyakinan tersebut tidak mudah diwujudkan. Makanya, seluruh kader NasDem agar lebih kompak sehingga bisa memenangkan Pemilu 2024 dan Anies sebagai presiden.
“Kita semua harus berkomitmen untuk berusaha dan semua kader NasDem buat jaringan politik yang solid," pungkasnya. (OL-4)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved