Selasa 22 November 2022, 11:25 WIB

Dalam Persidangan, JPU Tunjukkan Pistol HS yang Diduga Milik Ferdy Sambo

Irfan Julyusman | Politik dan Hukum
Dalam Persidangan, JPU Tunjukkan Pistol HS yang Diduga Milik Ferdy Sambo

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa Ferdy Sambo menjalani sidang dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

 

JAKSA penuntut umum (JPU) menunjukkan senjata dalam persidangan dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Selasa (22/11).

Senjata tersebut diduga milik terdakwa Ferdy dan juga para ajudan para ajudan Ferdy.

Setelah diperlihatkan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Hakim Ketua lantas menunjukkan senjata yang diduga bertipe HS tersebut ke mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer.

Baca juga: Jaksa akan Hadirkan 9 Saksi di Sidang Ferdy Sambo dan Istri Hari Ini

Romer lantas mengonfirmasi bahwa senjata yang jatuh tersebut bertipe HS namun ia tidak dapat memastikan apakah senjata yang ditunjukkan adalah senjata Ferdy yang terjatuh.

Tim penasehat hukum Ferdy Sambo lantas mempertanyakan pernyataan Romer tersebut. 

"Baik, saudara Romer, tadi Yang Mulia memperlihatkan senjata HS tadi saudara menyampaikan senjata itu yang saudara lihat" kata penasehat hukum (PH) Ferdy Sambo.

"Senjata HS, Pak" jawab Romer menanggapi PH Ferdy Sambo.

"Senjata HS, apakah senjata itu yang saudara lihat?" tanya PH kembali.

"Saya gatau, Pak tapi saya pastikan yang jatuh itu HS" jelas Romer.

Adzan Romer kembali dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Dalam agenda sidang, Senin (22/11) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan mendengarkan kesaksian dari 8 saksi yang dihadirkan oleh JPU.

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) telah mendakwa Sambo dan Putri bersama dengan Ricky Rizal, Richard Eliezer, dan Kuat Ma'ruf telah melakukan tindakan pidana pembunuhan berencana terhadap Yosua Hutabarat.

Atas tindakan mereka, JPU mendakwa Sambo, Putri, Ricky, Richard, dan Kuat telah melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Atas dakwaan jaksa tersebut, maka kelimanya terancam pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

KSP: Aksi Teror tidak Bisa Ditoleransi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:39 WIB
“Pemerintah mengecam keras tindakan teror apapun motifnya karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Tindakan ini jelas tidak bisa...
MI

KPU Sebut Pencalonan DPD Eks Napi tak Perlu Jeda 5 Tahun

👤Yakub Pryatama W 🕔Rabu 07 Desember 2022, 12:50 WIB
"Putusan MK tersebut menjelaskan tentang Pasal 240 ayat (1) sedangkan pencalonan DPD ada di Pasal 258. Jadi, dia...
Antara

Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung Tewaskan 1 Orang

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 07 Desember 2022, 10:16 WIB
Berdasarkan informasi, pelaku bom bunuh diri memaksa masuk ke lapangan Polsek Asatanaanyar saat apel pagi. Insiden terjadi pada Rabu (7/12)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya