Selasa 15 November 2022, 14:58 WIB

Terungkap Gaji Petinggi ACT Capai Rp100 Juta per Bulan

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Terungkap Gaji Petinggi ACT Capai Rp100 Juta per Bulan

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Terdakwa mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (dalam layar).

 

GAJI petinggi Yayasan Aksi Cepat Tanggap terungkap dalam surat dakwaan terkait kasus dugaan penggelapan dana bantuan filantropis dari Boeing terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018. Dalam surat dakwaan tersebut terkuak bahwa gaji Ahyudin sebagai President Global Islamic Philantrophy mencapai Rp. 100.000.000.

"Gaji untuk President Global Islamic Philantrophy Ahyudin sebesar Rp 100.000.000.00 (seratus juta rupiah)," demikian isi surat dakwaan Ibnu Khajar yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Selain itu, Hariyana, Ibnu Khajar, dan Novariyadi disebut masing-masing mendapat gaji sebesar Rp 70.000.000.

Dikutip dari surat dakwaan Ahyudin, Yayasan ACT didirikan oleh Ahyudin pada 21 April 2005 di Jakarta. Yang kemudian pada tahun 2021, Ahyudin membentuk Global Islamic Philantrophy.

Baca juga: Koroner dan Hipertensi, Faktor Risiko Penyebab Gagal Jantung

Pembentukan lembaga tersebut berdasarkan SK Kemenkumham Nomor AHU-0001374. Ah. 01.08 Tahun 2021.

Tujuan dari pembentukan Global Islamic Philantrophy yang disebut sebagai Badan Hukum 'perkumpulan' yang juga menaungi sejumlah Yayasan sosial di bawahnya, yang meliputi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Yayasan Global Zakat, Yayasan Global Wakaf dan Yayasan Global Qurban.

Dalam struktur kelembagaan Global Islamic Philantrophy, Ahyudin menjabat sebagai Presiden. Kemudian Ibnu Hajar diberikan jabatan sebagai Senior Vice President Partnership Network Department, kemudian Novariadi Imam Akbari diberikan jabatan sebagai Senior Vice President Humanity Network Department, dan Hariyana binti Hermain menjabat sebagai Senior Vice President Operational.

Ahyudin didakwa dengan dakwaan pertama yaitu Pasal 374 KUHP juncto (Jo) Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, dia juga dijerat dengan dakwaan subsider Pasal 372 KUHP juncto (Jo) Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (OL-4)

Baca Juga

MI/Moh Irfan.

Safari Anies di Riau juga Terkendala Pemda Setempat

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 01 Desember 2022, 14:14 WIB
Rencana safari bakal calon presiden (capres) Partai NasDem di Kota Aceh mengalami kendala. Bahkan, hal serupa juga terjadi di Pekanbaru,...
dok.ist

Harlah ke-29, Mardiono Ajak GMPI Berjuang Angkat Suara PPP

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 13:41 WIB
Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono berpesan agar Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) senantiasa berjuang untuk menorehkan sejarah...
dok.ist

Mardiono: PPP Bisa Eksis Berkat Basis Loyal, 2024 Yakin Lolos PT

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 01 Desember 2022, 12:35 WIB
HASIL lembaga survei merupakan cambuk dan kritik bagi kami untuk bisa kerja lebih keras. Namun, karena PPP memiliki basis yang loyal kita...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya