Senin 14 November 2022, 22:11 WIB

Kemendagri Perkuat Sinergi Pembentukan Produk Hukum Daerah

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kemendagri Perkuat Sinergi Pembentukan Produk Hukum Daerah

DOK MI.
Ilustrasi.

 

DIREKTORAT Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat koordinasi pusat dan daerah dalam rangka verifikasi penilaian indeks kepatuhan daerah dalam pembentukan peraturan daerah, 10-12 November 2022. Pertemuan ini sekaligus meningkatkan sinergitas penyelenggaraan pembentukan produk hukum daerah. 

Kegiatan dalam bentuk focus group discussion dengan pemangku materi yang dianggap memiliki kapasitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam koridor pembentukan peraturan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Narasumber memberikan penjelasan kepada peserta rapat mengenai pentingnya pembentukan peraturan perundang-undangan yang sesuai asas dan kaidah pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik.

Direktur Produk Hukum Daerah Makmur Marbun mengatakan tujuan kegiatan ini antara lain capacity building dalam rangka memberikan pandangan kepada pemerintah pusat serta pemerintahan daerah terkait urgensi pembentukan perda melalui instrumentasi berupa indeks kepatuhan terhadap pembentukan peraturan daerah yang terdiri dari beberapa indikator penilaian. Tujuan lain ialah membangun kesempatan kepada penyelenggara pemerintahan di daerah untuk bersama-sama meningkatkan awareness terhadap pentingnya pembentukan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan asas dan kaidah pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik.

"Pembahasan dan permasalahan yang menjadi fokus pada pertemuan tersebut, yaitu melakukan koordinasi bersama dengan narasumber ahli beserta stakeholders terkait, dalam rangka membangun persepsi bersama mengenai instrumen penilaian dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah terutama terhadap pembentukan produk hukum daerah berupa indeks kepatuhan daerah terhadap pembentukan peraturan daerah," kata Makmur.

Oleh karena itu, lanjut Makmur, indeks disusun dengan memerhatikan metode dalam penyusunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yakni metode yuridis normatif. Metode yuridis normatif dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah (terutama) data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, perjanjian, kontrak, atau dokumen hukum lainnya, serta hasil penelitian, hasil pengkajian, dan referensi lain.

Metode yuridis normatif yang dijabarkan dalam kerangka penilaian indeks kepatuhan terhadap pembentukan peraturan daerah terdiri dari susunan 5 aspek, 12 variabel, dan 39 indikator dengan susunan parametrik yang didasarkan pada asas pembentukan peraturan perundang-undangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam rapat koordinasi tersebut sebagai pembicara antara lain Koordinator Bidang Aparatur dan Kelembagaan Pemerintah Daerah, Direktorat Pembangunan Daerah, Kementerian PPN/Bappenas Alen Ermanita yang menyampaikan materi mengenai indeks kepatuhan daerah dalam pembentukan peraturan daerah sebagai salah satu program prioritas nasional dan perancang peraturan perundang-undangan ahli muda; Direktorat Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Ramandhika Suryasmaramenyampaikan materi dengan tema mekanisme pelaksanaan penilaian indeks kepatuhan daerah untuk memastikan pemda menyusun peraturan daerah sesuai dengan mekanisme pembentukan.

Makmur menyampaikan penting bagi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah sebagai pembina dan pengawas umum penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk membuka ruang koordinasi kepada penyelenggara pemerintahan, baik pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah, dalam rangka mengawal pelaksanaan penilaian indeks kepatuhan terhadap pembentukan peraturan daerah. "Dengan dibukanya ruang koordinasi sebagaimana dimaksud, diharapkan ini dapat meningkatkan sinergitas penyelenggaraan pembentukan produk hukum daerah yang meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta menjamin perlindungan terhadap kehidupan masyarakat," ujar Makmur. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist

Peneliti LSI: Mesin Partai On Fire, Golkar Bakal Menang Pemilu di Jabar

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 14:46 WIB
Ormas yang didirikan Partai Golkar yang saat ini masif bergerak di Provinsi Jawa Barat berpotensi akan memenangkan Partai Golkar di Pemilu...
dok.ist

3 Komisioner LMKN Tantang Tergugat Buktikan Dalil Jawaban dalam Sidang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 12:00 WIB
KUASA hukum tiga anggota komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) 2019–2024, Fredrik J Pinangkury, menyampaikan pihaknya...
dok.bawaslu luwu timur

Bawaslu: Pemilu 2024 Lebih Dinamis Dibanding Pemilu sebelumnya

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 27 November 2022, 10:25 WIB
BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyebut bahwa penyelenggaraan Pemilu 2024 lebih dinamis dibanding pemilu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya