Kamis 10 November 2022, 18:07 WIB

Ini Alasan Polri belum Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Ini Alasan Polri belum Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

MI/Seno
Ilustrasi gagal ginjal akut anak

 

DIREKTUR Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut yang menyerang ratusan anak di Tanah Air meski telah mengantongi unsur pidana. Polisi masih mencari sosok yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

"Bukti pidananya sudah ada, tinggal mendalami apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dan siapa-siapa yang harus bertanggung jawab," kata Pipit, Kamis (10/11).

Pipit mengatakan penyidik masih terus melakukan pendalaman dengann memeriksa saksi. Pendalaman kini sudah masuk pada pemasok bahan baku obat.

"Kami sedang mengembangkan ke pemasok bahan tambahan, supplier dan importir," ujar ketua tim investigasi kasus gagal ginjal akut itu.

Baca juga:  Polri Terima Sampel Obat, Urin Hingga Darah Terkait Kasus Gagal Ginjal Anak

Polri telah mengantongi unsur pelanggaran pidana yang dilakukan tiga perusahaan farmasi dalam memproduksi obat sirop. Ketiga perusahaan itu ialah PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries.

Kasus PT Yarindo dan PT Universal tengah didalami Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Polri mendalami pelanggaran pidana di PT Afi Farma.

PT Afi Farma diketahui memproduksi obat sirop mengandung etilen glikol (EG) melebihi ambang batas yaitu 236,39 mg yang seharusnya hanya 0,1 mg. Obat sirop itu bermerek paracetamol (obat generik). Obat sirop tercemar EG ini diduga kuat menyebabkan ratusan anak terkena gagal ginjal akut.

Total sudah 28 saksi diperiksa dari pihak PT Afi Pharma, salah satunya direktur utama perusahaan farmasi tersebut. Kini, polisi tengah menelusuri pemasok bahan tambahan dalam obat sirop itu.

Polisi juga bakal memeriksa saksi ahli untuk mendengarkan penjelasan dampak dari penggunaan bahan baku EG dan dietilen glikol (DEG). Pendalaman juga mengerucut pada alasan penggunaan bahan tambahan EG dan DEG tersebut.

Kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI) yang menyerang anak-anak kini mencapai 324 kasus per Minggu, 6 November 2022. Dari jumlah tersebut, 195 anak meninggal dunia.

Kemudian, 102 anak sembuh dan 27 anak masih dirawat di rumah sakit. Ratusan anak meninggal diduga kuat akibat meminum obat sirop tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).(OL-5)

Baca Juga

.

Pemerintah Akui Andil Besar Santri dalam Perjuangan NKRI

👤RO/Micom 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:34 WIB
Penyalahgunaan agama harus...
Dok MI

Bawaslu Akui Keserentakan Pemilu Jadi Tantangan Besar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 01 Desember 2022, 22:08 WIB
Bawaslu pun berkomitmen untuk terbuka secara informasi ke publik karena memang seluruh informasi kepemiluan harusnya menjadi milik publik...
MI/Tri Subarkah.

Kejagung Tahan Tersangka Korupsi Kredit Ekspor Daging Sapi dan Rajungan

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 01 Desember 2022, 21:23 WIB
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bambang dan Anjar langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya