Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
DIREKTUR Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut yang menyerang ratusan anak di Tanah Air meski telah mengantongi unsur pidana. Polisi masih mencari sosok yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.
"Bukti pidananya sudah ada, tinggal mendalami apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dan siapa-siapa yang harus bertanggung jawab," kata Pipit, Kamis (10/11).
Pipit mengatakan penyidik masih terus melakukan pendalaman dengann memeriksa saksi. Pendalaman kini sudah masuk pada pemasok bahan baku obat.
"Kami sedang mengembangkan ke pemasok bahan tambahan, supplier dan importir," ujar ketua tim investigasi kasus gagal ginjal akut itu.
Baca juga: Polri Terima Sampel Obat, Urin Hingga Darah Terkait Kasus Gagal Ginjal Anak
Polri telah mengantongi unsur pelanggaran pidana yang dilakukan tiga perusahaan farmasi dalam memproduksi obat sirop. Ketiga perusahaan itu ialah PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries.
Kasus PT Yarindo dan PT Universal tengah didalami Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Polri mendalami pelanggaran pidana di PT Afi Farma.
PT Afi Farma diketahui memproduksi obat sirop mengandung etilen glikol (EG) melebihi ambang batas yaitu 236,39 mg yang seharusnya hanya 0,1 mg. Obat sirop itu bermerek paracetamol (obat generik). Obat sirop tercemar EG ini diduga kuat menyebabkan ratusan anak terkena gagal ginjal akut.
Total sudah 28 saksi diperiksa dari pihak PT Afi Pharma, salah satunya direktur utama perusahaan farmasi tersebut. Kini, polisi tengah menelusuri pemasok bahan tambahan dalam obat sirop itu.
Polisi juga bakal memeriksa saksi ahli untuk mendengarkan penjelasan dampak dari penggunaan bahan baku EG dan dietilen glikol (DEG). Pendalaman juga mengerucut pada alasan penggunaan bahan tambahan EG dan DEG tersebut.
Kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI) yang menyerang anak-anak kini mencapai 324 kasus per Minggu, 6 November 2022. Dari jumlah tersebut, 195 anak meninggal dunia.
Kemudian, 102 anak sembuh dan 27 anak masih dirawat di rumah sakit. Ratusan anak meninggal diduga kuat akibat meminum obat sirop tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).(OL-5)
Dengan identitas baru ini, PYFA mengundang seluruh mitra, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan kesehatan yang lebih baik.
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Obat generik memiliki kualitas produk yang setara obat paten. Produksinya mengikuti standar internasional, Good Manufacturing Practises (Cara Pembuatan Obat yang Baik).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Samco untuk mempertahankan eksistensi selama 51 Tahun, terutama melalui pengembangan dan inovasi produknya
Pendapatan Indofarma sebesar Rp524 miliar pada 2023 tercatat turun sebesar 54,2% pendapatan 2022 yang mana pada waktu itu berada di angka Rp1,1 triliun.
Dalam kurun beberapa bulan ke depan, AirAsia MOVE akan menawarkan opsi “Cancel for Any Reason”, atau Pembatalan dengan Alasan.
Massa tetap bertahan di jalan lingkar walau diberondong gas air mata. Sesekali mereka merangsek ke depan Mapolda ketika efek gas air mata sudah memudar.
Aparat di lapangan agar lebih persuasif dan humanis, serta tidak bertindak brutal dalam mengamankan warga
PP KAMMI menilai insiden pelindasan seorang peserta aksi oleh polisi menggunakan mobil taktiks Baracuda menambah panjang daftar tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.
Total sebanyak 44 orang dibawa ke markas polisi setelah aksi berlangsung ricuh di depan Gedung DPRD Sumut.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
LBH Jakarta menegaskan aparat kepolisian harus menjamin kebebasan berekspresi dan tidak bersikap represif dalam menghadapi gelombang aksi massa dalam unjuk rasa di DPR dan wilayah Jakarta
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved