Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membuka hasil investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Salah satunya, pilot tidak menyadari permasalahan yang terjadi setelah pesawat lepas landas dan akhirnya jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
"Perubahan (permasalahan) ini tidak disadari pilot," kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.
Permasalahan yang dimaksud yaitu perubahan thrust lever (tuas dorong) sebal kiri menjelang ketinggian 11 ribu kaki. Perubahan tersebut membuat daya mesin pesawat sebelah kiri menjadi berkurang.
"Sementara yang sebelah kanan tidak berkurang," ungkap dia.
Kondisi tersebut membuat pesawat tiba-tiba berbelok ke kiri. Sebelumnya, pesawat diarahkan berbelok ke kanan.
Baca juga: Upaya TNI-Polri dalam Pengamanan KTT G20 Diapresiasi Elemen Masyarakat Sipil
KNKT mengaku tak mengetahui alasan pilot tidak mengetahui perubahan thrust lever tersebut. KNKT mengasumsikan bahwa pilot percaya sistem otomatisasi yang ada di pesawat.
"Kalau pesawat sudah diset arah tertentu ketinggian tertentu sesuai apa yang telah diset. Kemudian auto-throttle akan mengatur sesuai permintaan autopilot," ujar dia.
Pilot juga diasumsikan salah mengambil langkah antisipasi menyikapi kondisi pesawat yang sudah miring ke kiri. Berdasarkan data flight recorder, pilot justru membelokkan kemudi pesawat ke arah kiri.
"Kurangnya monitor tadi berakibat pada upaya pemulihan yang dilakukan pilot tidak sesuai. Flight data recorder mencatat bahwa 4 detik pertama pemulihan yang dilakukan adalah membelokkan pesawat ke kiri. Sementara pesawat sedang berlebih ke kiri," ujar dia.(OL-4)
Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang menangani kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 belum bisa disimpulkan.
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
SEHARI sebelum pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak ternyata mesin pesawat tersebut dilaporkan mengalami masalah.
KNKT membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memeriksa black box pesawat Indonesia Air Transport tipe ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
Kecelakaan udara tragis menimpa pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT).
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Pesawat bernomor registrasi PK-THT yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, Sabtu (17/1).
KNKT menyimpulkan insiden ATR 42-500 sewaan KKP sebagai CFIT: pesawat masih terkendali namun menghantam lereng Gunung Bulusaraung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved