Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKAP politik pendukung Ganjar Pranowo yang berharap Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Umum PDIP pada 2024 mendatang dinilai bisa memperburuk hubungan Ganjar dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif SCL Taktika Consulting, Iqbal Themi.
Ia menyatakan hal tersebut menanggapi harapan Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) agar Jokowi bisa menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP. Sebelumnya, Koordinator Nasional Kami-Ganjar, Joko Priyoski menyampaikan PDIP bukan partai kerajaan sehingga Jokowi layak menduduki kursi ketua umum partai tersebut.
"Pernyataan tersebut akan berimbas pada situasi yang semakin memperburuk hubungan Ganjar Pranowo dengan Ketum PDIP Megawati," kata dia, Jumat (28/10).
Menurut Iqbal, Ganjar saat ini justru membutuhkan sentimen positif penerimaan penuh elite PDIP untuk urusan pencapresan karena masih kuatnya penolakan terhadap dirinya. Selain itu, suara internal PDIP lebih menginginkan Puan Maharani yang diusung PDIP di Pilpres 2024.
"Pernyataan satir seperti menyebut PDIP bukan partai kerajaan, ini tidak strategis bahkan bertolak belakang dengan positioning Ganjar yang tengah berupaya mencari jalan mendapatkan tiket PDIP di Pilpres 2024," katanya.
Ini, ungkap Iqbal, eksesnya menjadi lebih negatif jika pernyataan semacam itu dibaca sebagai bagian dari agenda setting politik yang mungkin digerakan kekuatan-kekuatan politik dari belakang panggung. Tujuannya untuk memberi tekanan politik terhadap PDIP menjelang Pilpres 2024 misalnya.
"Semua bacaan politik seperti itu menjadi serba mungkin dalam situasi politik saat ini. Apalagi Ganjar secara tersirat sudah menyatakan ambisi politiknya menjadi Capres 2024. Ini berdampak pada dinamika politik di internal PDIP yang jadi semakin kompetitif akibat tarik-menarik kepentingan politik yang semakin kuat," tegasnya.
Di sisi lain, sikap pendukung Ganjar bisa diartikan berbahaya karena bisa dianggap melanggar batas sopan santun atau etika politik. Ia menyebut PDIP adalah partai yang identik dengan trah Soekarno. Nilai-nilai yang dihidupi oleh PDIP misalnya berakar dari ide dan gagasan Soekarno. Jadi memisahkan PDIP dengan trah Soekarno bagi sebagian besar kader itu seperti melawan pakem politik PDIP itu sendiri.
"Dalam konteks ini, kehendak relawan Kami-Ganjar terhadap Jokowi untuk jadi ketua umum PDIP dapat dinilai sebagai sikap offside atau melewati batas etika politik yang dipahami PDIP, " ujarnya.
Lebih jauh lagi, kata Iqbal, sangat mungkin ini ditafsir sebagai upaya de-soekarnoisasi di tubuh PDIP dengan mengambilalih kepemimpinan PDIP dari Megawati dan trah Soekarno. Jika ini terjadi, jelasnya, akan berimbas ke suasana kebathinan atau relasi politik Jokowi dengan Megawati dan pendukung trah Soekarno di PDIP. (RO/OL-15)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Profil Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dan presiden perempuan pertama Indonesia, menelusuri perjalanan politik, kebijakan, dan warisan kepemimpinannya.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Hasto Kristiyanto membeberkan suasana pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka yang berlangsung sangat cair.
PERTEMUAN antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hari ini (20/3) dinilai membantah spekulasi keretakan hubungan keduanya yang sempat beredar di publik.
Pertemuan yang membahas persatuan dan semangat kebangsaan itu bertujuan untuk mempererat silaturahim menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka (19/3). Pertemuan hangat ini bahas isu strategis & silaturahmi tokoh bangsa.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Tasyakuran atas penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati serta pelaksanaan ibadah umrah bersama kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved