Minggu 02 Oktober 2022, 09:36 WIB

Cek Persiapan Akhir Penyelenggaraan P20, Puan Jajal Mobil Listrik yang akan Digunakan Delegasi

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Cek Persiapan Akhir Penyelenggaraan P20, Puan Jajal Mobil Listrik yang akan Digunakan Delegasi

Dok. DPR RI
Mobil listrik Hyundai Ionic 5 yang akan digunakan delegasi P20

 

KETUA DPR RI Puan Maharani mengecek persiapan akhir penyelenggaraan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang akan digelar pekan depan. Puan pun sempat mencoba mengendarai Hyundai Ionic 5, mobil listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan bagi delegasi P20.

Dalam keterangan persnya Puan Maharani memimpin rapat panitia perhelatan P20 di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (1/10). Sebagai tuan rumah, DPR ingin memberikan wajah terbaik di hadapan pimpinan parlemen negara-negara G20.

“Ini momen istimewa karena Indonesia belum pernah menjadi tuan rumah P20 sehingga kita harus memastikan semua delegasi dan tamu yang akan datang merasa nyaman saat mengikuti acara ini,” kata Puan.

Jika KTT G20 berlangsung di Bali, perhelatan P20 sengaja diselenggarakan di Gedung DPR dengan main venue di Gedung Nusantara (Gedung Kura-kura). Dalam forum pimpinan parlemen yang akan digelar pada 6-7 Oktober 2022 itu, Puan akan memimpin semua sidang yang semuanya berada dalam satu lokasi.

“Tradisi P20 memang selalu diselenggarakan di gedung parlemen tuan rumah. Gedung Kura-kura dipilih sebagai lokasi utama karena kita ingin menunjukkan kepada delegasi mengenai sejarah gedung ini,” ucap Puan

Seperti diketahui, Presiden RI pertama Soekarno menggagas pembangunan Gedung Nusantara yang acap disebut Gedung Kura-kura untuk visi besar. Sang proklamator mendirikan bangunan tersebut untuk penyelenggaraan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces), sebuah forum internasional yang setara dengan markas PBB di New York, Amerika Serikat.

Baca juga : Legislator Ajak Anak Muda Terlibat dalam Dunia Politik dan Jangan Apatis

“Penyelenggaraan P20 akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk membawa Gedung Kura-kura semakin mendunia,” ungkap Puan yang selalu memberikan hadiah miniatur Gedung Nusantara kepada pimpinan-pimpinan parlemen dunia dalam setiap pertemuan bilateral.

Usai memimpin rapat persiapan, mantan Menko PMK ini juga mengecek berbagai ruangan yang akan digunakan dalam forum internasional bergengsi itu. Bahkan Puan menjajal menyetir sendiri mobil listrik yang akan dipakai untuk mengantar delegasi-delegasi P20.

“Penggunaan mobil listrik ini sejalan dengan salah satu tema utama yang akan dibahas dalam P20 yakni pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. DPR ingin menunjukkan komitmen bahwa Indonesia serius dalam mengurangi emisi,” tuturnya.

Didampingi Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel yang duduk di kursi depan penumpang, Puan mencoba mobil listrik dengan menyetir berkeliling Kompleks Parlemen. Ia tampak lancar meski baru pertama kali mengendarai mobil listrik.

Hingga hari ini, DPR telah menerima konfirmasi kehadiran 24 negara yang terdiri atas 29 chambers dan 2 organisasi internasional. Menurut Puan, terdapat total 347 orang yang akan menjadi peserta P20 dengan rincian 19 ketua parlemen, 14 wakil ketua parlemen, 30 anggota parlemen, 3 pimpinan organisasi internasional, serta 12 Sekretaris Jenderal dan 14 orang Duta Besar.

Nantinya para delegasi akan menanam pohon yang akan menjadi simbol dukungan P20 untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. DPR juga akan menunjukkan aksi nyata dengan memberi contoh praktik perubahan penggunaan energi, termasuk dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun untuk memenuhi tambahan kebutuhan listrik di lingkungan parlemen. (RO/OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Raisan Al Farisi

BNPT dan Densus 88 Dituntut Minta Maaf karena Lalai Jaga Agus Sujatno

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 09 Desember 2022, 10:48 WIB
Insiden bom bunuh diri di halaman Polsek Astanaanyar oleh mantan narapidana teroris (napiter) itu adalah bentuk kelalaian BNPT dan...
dok.ant

KUHP Baru Jadi Ancaman Serius Bagi Akademisi Kritis

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 09 Desember 2022, 09:10 WIB
KITAB Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang disahkan DPR pada Selasa, (6/12) dinilai berpotensi membelenggu kebebasan berpendapat semua...
DOK MI

Komnas HAM: Putusan Kasus HAM Paniai Belum Berikan Keadilan Bagi Korban

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:21 WIB
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai putusan pengadilan HAM pada Peristiwa Paniai Tahun 2014 belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya