Jumat 30 September 2022, 21:30 WIB

Utamakan Politik Gagasan, KIB tidak Ingin Terjebak Figur Populer

Bayu Anggoro | Politik dan Hukum
Utamakan Politik Gagasan, KIB tidak Ingin Terjebak Figur Populer

MI/BAYU ANGGORO
Diskusi Menebak Arah Koalisi Indonesia Bersatu di Bandung yang digelar PWI Jawa Barat Pokja Gedung Sate

 

KETUA DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily menegaskan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengedepankan ide dan
gagasan, dan tak ingin terjebak pada figur. Ini dibuktikan KIB dengan
lebih dulu meluncurkan visi-misi dan program.

Hal itu disampaikan Ace Hasan dalam diskusi Galang Aspirasi Politik
(Gaspol) yang digelar oleh PWI Jawa Barat Pokja Gedung Sate di Bandung,
Jumat (30/9).

Ace menjelaskan, dalam proses terbentuknya KIB, ada satu
kesadaran yang sama bahwa setelah 2019 ada suasana keterbelahan yang
tajam di masyarakat. Penyebabnya adalah isu-isu dari aspek yang tidak subtansial, salah satunya politik identitas.

Oleh karena itu KIB ingin perdebatan ke depan, seharusnya lebih pada ide dan gagasan yang lebih subtansial. "Politik kita harus dihentikan dari politik identitas, harus berdasar gagasan. Kita ingin melihat apa yang jadi tantangan Indonesia kedepan. Setelah itu baru diskusikan figur yang cocok," katanya.

Dalam pandangan KIB, tantangan Indonesia Kedepan ada 5 C, yaitu covid 19 yang dampaknya masih terasa, Conflict (konflik) antar negara dan
dampak-dampaknya, Climate Change (perubahan iklim), Comodity Price
(harga komoditas), dan cost of Living (biaya hidup) yang cenderung terus naik. Hal itu, harus dihadapi dengan 5 B, Bersatu, Bertransformasi, Bekerja, Berdoa, dan Berkarya terus menerus.


Bonus demografi


"Kita menitik beratkan pada kualitas sumber daya manusia. Kita
identifikasi Indonesia harus jadi negara maju, memanfaatkan bonus
demografi," papar Ace.

Jika bonus demografi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik pada waktunya, generasi tersebut akan menjadi aging society atau masyarakat yang didominasi usia tidak produktif.

"Karena itu, kami telah melaunching Program Akselerasi Pertumbuhan
Ekonomi Nasional (Paten), dengan tujuh inisiatif utama," ujarnya.

Yang pertama adalah percepatan perbaikan dan transformasi kesejahteraan
rakyat, guna memperbesar kelas menengah, menciptakan lapangan kerja
produktif, serta menuju negara maju dan sejahtera sebelum kesempatan
emas mulai menutup di tahun 2035.

Yang kedua pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial, untuk seluruh
rakyat. Ketiga Pemerataan akses pendidikan dan pelatihan yang
berkualitas dan berkesetaraan gender, khususnya untuk generasi muda.

Keempat Ketahanan sistem keuangan, ketahanan pangan, ketahanan energi,
serta pembangunan yang bekerlanjutan dan ekonomi sirkular. Ke lima
Ketahanan NKRI yang kokoh secara ideologi, sosial-budaya, politik yang
menyatu-kan, pertahanan dan keamanan.

Ke enam Transformasi kelembagaan dan birokrasi yang berbasis pada
prestasi (meritokrasi), dan ke tujuh Kepemimpinan dan hubungan
internasional yang berwibawa.

"Visi besar nya adalah 3 S, sehat manusianya, sehat ekonomi dan sehat buminya," katanya. (N-2)

Baca Juga

DOK MI

Pekan Depan LPSK Putuskan Pengajuan JC AKB Doddy Prawiranegara

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 23:13 WIB
LPSK belum mengambil keputusan terkait pengajuan justice collaborator (JC) yang dilayangkan eks Kapolres Bukitinggi AKB Doddy...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Tiba di Padang, "Anies Presidenku" menggema di Bandara Internasional Minangkabau

👤Andromeda dan Fajri Fatmawati 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 18:46 WIB
SAMBUTAN histeris mewarnai kedatangan Anies Baswedan bakal calon presiden Partai NasDem tiba di Padang Pariaman, Sumatera Barat, pukul...
MI/Henri

Badan Otorita Klaim 21 Negara tertarik Investasi di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 18:11 WIB
Ia mengatakan, dengan banyaknya investor asing bisa merealisasikan target 80% pembiayaan IKN yang berasal dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya