Kamis 29 September 2022, 10:41 WIB

Putri Candrawathi akan Jalani Wajib Lapor Besok, Apakah akan Ditahan?

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Putri Candrawathi akan Jalani Wajib Lapor Besok, Apakah akan Ditahan?

MI/Susanto
Tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi

 

PUTRI Candrawathi, tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih menjalani wajib lapor di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Istri Ferdy Sambo itu akan menjalani wajib lapor mulai Jumat (30/9).

"Iya benar besok (wajib lapor)," kata kuasa hukum Putri, Arman Hanis,, Kamis (29/9).

Arman mengatakan kliennya menjalani wajib lapor dua kali dalam seminggu. Wajib lapor dikenakan karena Putri tidak ditahan usai ditetapkan tersangka.

Baca juga: Tidak Perlu Malu Jadi Pengacara Ferdy Sambo 

"(Wajib lapor hari lainnya) Senin," ujar Arman.

Putri Candrawathi bisa saja ditahan saat wajib lapor pada Jumat (29/9) atau Senin (3/10). Pasalnya, Putri rencananya akan diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin (3/10) untuk menjalani persidangan. Namun, Arman mengatakan kliennya tidak siap ditahan.

"Tidak ada seorangpun yang siap untuk ditahan, termasuk klien saya apalagi kalau mempunyai anak yang masih balita," ujar Arman.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan penyidik telah melakukan evaluasi terhadap kesehatan Putri Candrawathi. 

Dia belum dapat memastikan Putri bakal ditahan atau tidak setelah hasil evaluasi kesehatan keluar. Menurutnya, perkembangan lebih lanjut akan disampaikan saat pelimpahan Putri dan empat tersangka lainnya pada Senin (3/10).

"Apabila ada perkembangan lebih lanjut dari penyidik, tentunya nanti juga saya sampaikan kepada teman-teman, saya juga tidak sendiri. Nanti saya minta penyidik mendampingi, ya secara teknis nanti penyidik yang bisa menjelaskan kepada temen-temen," ungkap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/9).

Polri menetapkan lima tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Mereka ialah Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; Bripka Ricky Rizal; dan Kuat Ma'ruf (asisten rumah tangga sekaligus sopir Putri).

Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.  (OL-1)

Baca Juga

MI/HO

Didik Mukrianto: Karang Taruna akan Beri Penghargaan untuk 59 Kepala Daerah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 20:57 WIB
Sebanyak 59 kepala daerah akan menerima penghargaan karena kepeduliannya terhadap kegiatan sosial Karang...
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Tak Hadiri Panggilan, Ismail Bolong Mengaku Stres

👤Siti Yona Hukmana 🕔Selasa 29 November 2022, 20:41 WIB
Pipit mengatakan informasi itu disampaikan pengacara Ismail Bolong yang tak disebutkan...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Presiden: ASN Jangan Minta Dilayani, Tetapi Harus Melayani

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 29 November 2022, 20:30 WIB
Sesuai tugas dan fungsinya, Korpri beserta seluruh jajaran ASN menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya