Jumat 23 September 2022, 20:12 WIB

Soal 'Kakak Asuh' Ferdy Sambo, Polri: Tidak Benar

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Soal

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Tersangka Irjen Ferdy Sambo

 

POLRI menegaskan isu soal Ferdy Sambo mempunyai 'kakak asuh' tidak benar. Informasi itu telah dikonfirmasi ke Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dan Kadiv Propam Polri Irjen Syahar Diantono.

"Terkait kakak asuh, adik asuh itu kan kembali lagi hanya dugaan. Tapi yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan Pak Dir maupun Propam itu tidak ada," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, hari ini.

Dedi meminta semua pihak tidak melenceng dari pokok substansi. Yakni, kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice.

"Pokok substansinya adalah sidang kode etik yang sudah dilaksanakan dan banding. Dari hasil keputusan banding yang bersifat kolektif kolegial dan sudah diputuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," ungkap Dedi.

Dedi mengatakan putusan banding terhadap Ferdy Sambo adalah final dan mengikat. Hakim komisi menolak banding Ferdy Sambo yang artinya menguatkan putusan pemecatan tidak hormat oleh majelis sidang komisi kode etik Polri (KKEP).

"Sudah tidak ada lagi upaya hukum yang dilakukan yang bersangkutan di internal Polri," ujar jenderal bintang dua itu.

Dedi melanjutkan tim khusus (timsus) juga fokus menuntaskan berkas perkara yang saat ini tengah diteliti jaksa penuntut umum (JPU). Dia mengapresiasi pihak Kejaksaan yang intens komunikasi dengan penyidik untuk menuntaskan perkara tersebut.

Baca juga: Polri Tegaskan 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

"Mudah-mudahan minggu depan sudah ada informasi. Supaya segera prosesnya sampai ke persidangan," ucap Dedi.

Informasi Ferdy Sambo memiliki sosok 'kakak asuh' disampaikan guru besar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi. Menurutnya, 'kakak asuh' Sambo itu ada yang sudah pensiun dan masih aktif sebagai anggota Polri. Mereka mencoba melobi petinggi Korps Bhayangkara untuk meringankan hukuman Sambo.

"Kaka asuh dalam model konteks yang sudah pensiun, ada yang belum, nah ini yang saya kira yang agak keras di dalam kan itu situasinya sebenarnya karena kakak asuh itu punya peluang, punya power full yang luar biasa ya," kata Muradi, kepada wartawan, Jakarta, Sabtu, 17 September 2022.

Muradi mengatakan 'kakak asuh' yang masih aktif itu memegang posisi strategis di Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut mengetahui sosok 'kakak asuh' yang masih membantu Sambo itu. Namun, dia yakin Listyo tak terpengaruh dengan upaya mereka membantu tersangka pembunuh Brigadir J tersebut.

"Saya sih masih percaya Pak Listyo akan menjalankan fungsi penegakan hukum untuk Sambo," katanya.(OL-4)

Baca Juga

Ist

Ibas: Momentum Pemilu 2024 untuk Kepentingan Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 08:47 WIB
Momentum pemilu maupun pemilihan presiden 2024 yang akan datang bertujuan untuk kebaikan Indonesia, harus memihak pada Tanah...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Sidang Vonis Kasus Suap Dana PEN Digelar Hari Ini

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 28 September 2022, 08:16 WIB
Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Ardian dihukum delapan tahun...
MI/HO

FKPPI Dukung Indonesia Emas 2045

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 07:20 WIB
Acara pelantikan tersebut menjadi simbol legalitas kepengurusan yang menegaskan komitmen GM FKPPI selaku generasi muda yang sejatinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya