Kamis 22 September 2022, 22:29 WIB

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pembelian Tanah Adhi Persada Realty

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pembelian Tanah Adhi Persada Realty

DOK.MI
Ilustrasi korupsi

 

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kamis (22/9), menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pembelian tanah yang dilakukan PT Adhi Persada Realty (APR), anak usaha PT Adhi Karya.

Kelima tersangka, yakni Direktur Utama PT Adhi Persada Realty tahun 2013 Shoful Ulum, Direktur Utama PT Adhi Persada Realty Ferry Febrianto, Notaris Veronika Sri Hartati, Komisaris dan Direktur Utama PT Cahaya Inti Cemerlang Anton Rudiumanto Santoso, dan Direktur PT Cahaya Inti Cemerlang inisial NFH.

"Hari ini kami tetapkan lima orang tersangka," kata Direktur  Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Kuntadi di Kejaksaan Agung,
Jakarta, Kamis.
 
Kuntadi menjelaskan dua dari tiga tersangka tersebut merupakan mantan dan pejabat PT Adhi Persada Realty, sedangkan tiga orang lainnya
adalah pihak swasta, dan salah satunya perempuan yang berprofesi sebagai notaris.

"Saudari VSH ini adalah notaris yang pada saat pengikatan jual beli (tanah) dilakukan bukan di wilayah hukum yang bersangkutan, dan bersangkutan yang mengatur alur transaksi keuangan," kata Kuntadi.


Baca juga: Kejagung Tetapkan 'Wanita Emas' Tersangka Kasus Korupsi Anak Usaha Waskita


Adapun duduk perkara ini, PT Adhi Persada Realty melakukan pengadaan tanah seluas 20 hektare di Jalan Raya Limo Cinere, Depok, Jawa Barat, tanpa melakukan kajian dan melanggar standar operasi prosedur (SOP) pengadaan tanah.
 
Tanah tersebut dibeli senilai Rp60,2 miliar yang seolah-olah tanah tersebut milik PT Cahaya Inti Cemerlang (CIC).

"Pada kenyataannya tanah tersebut bukan milik PT CIC, sehingga tanah yang berhasil didapatkan hanya seluas 1,2 hektare digunakan memasarkan produk pembangunan perumahan," kata Kuntadi.

Kemudian, lanjut dia, PT Adhi Persada Realty kembali mengeluarkan dana senilai Rp26 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sehingga total dana yang dikeluarkan dalam pengadaan tanah tersebut Rp86,3 miliar.

Selanjutnya, terhadap lima tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari. Untuk tersangka Shoful Ulum bersama Anton Rudiumanto Santoso ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kemudian tersangka Ferry Febrianto, Veronika Sri Hartati, dan NFH ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. (Ant/OL-16)

Baca Juga

dok.pribadi

Konflik Tanah Hak-Hak Barat di Indonesia Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya

👤Muhammad Fauzi 🕔Rabu 28 September 2022, 09:50 WIB
Salah satu penyebab meningkatnya konflik tanah di Indonesia, karena pemerintah masih mengakui hak-hak barat yang berasal dari Hak Eigendom,...
Ist

Ibas: Momentum Pemilu 2024 untuk Kepentingan Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 08:47 WIB
Momentum pemilu maupun pemilihan presiden 2024 yang akan datang bertujuan untuk kebaikan Indonesia, harus memihak pada Tanah...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Sidang Vonis Kasus Suap Dana PEN Digelar Hari Ini

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 28 September 2022, 08:16 WIB
Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Ardian dihukum delapan tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya