Sabtu 17 September 2022, 15:35 WIB

Tak Kunjung Disahkan DPR, RUU Perampasan Aset Bakal Digugat

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Tak Kunjung Disahkan DPR, RUU Perampasan Aset Bakal Digugat

MI / ADAM DWI
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman

 

MASYARAKAT Antikorupsi Indonesia (MAKI) berencana mengugat terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset ke Mahkamah Konstitusi (MK). Rencana itu juga disampaikan ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD.

"MAKI meminta pendapat dan pandangan Mahfud MD yang juga mantan ketua MK atas rencana MAKI mengajukan uji materi ke MK guna memohon perintah MK kepada pemerintah dan DPR guna membahas dan mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset dari perkara korupsi," kata koordinator MAKI Boyamin Saiman melalui keterangan tertulis, hari ini.

Boyamin mengatakan RUU Perampasan Aset yang telah disusun pemerintah sejak 2019 terkesan ditolak oleh DPR. Ia menilai beleid itu mendesak dibutuhkan saat ini.

"Pengesahan UU Perampasan Aset saat ini sangat diperlukan guna mengimbangi UU Pemasyarakatan yang telah memberikan pengurangan hukuman napi korupsi (remisi, asimilasi, dan bebas bersyarat)," ujar Boyamin.

Boyamin menyinggung mengenai putusan MK yang memerintahkan pemerintah dan DPR untuk membahas serta mengesahkan sebuah UU maksimal dua tahun yang mengatur Asuransi Usaha Bersama sebagaimana putusan Nomor 32/PUU-XI/2013 dan Nomor 32/PUU-XVIII/2020.

Baca juga: Dana Bantuan Parpol Diusulkan Naik Tiga Kali Lipat

"Sehingga, berdasarkan yurisprudensi itu semestinya MK akan memerintahkan DPR melakukan pembahasan dan pengesahan UU Perampasan Aset yang telah diajukan Pemerintah sejak 2019," ucap Boyamin.

Boyamin menilai perampasan aset dibutuhkan di tengah polemik pengurangan hukuman terhadap koruptor. Pelaku korupsi mesti dimiskinkan untuk memberikan efek jera.

"Masyarakat akan bangkit semangat apabila koruptor dimiskinkan dengan cara dirampas seluruh hartanya sehingga ketika keluar penjara akan menjadi orang miskin. Untuk itulah UU Perampasan Aset harus segera disahkan dengan cara harus ada perintah dari MK," kata Boyamin. (OL-4)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Indrayadi

KPK Belum Dapatkan Informasi Sahih Terkait Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 00:57 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sampai saat ini belum mendapatkan informasi yang sahih soal kondisi kesehatan Gubernur Papua...
MI/Susanto

CSIS Rilis Survei Milenial dan Gen Z Unggulkan Ganjar Pranowo

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 00:05 WIB
Lembaga survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) telah merilis hasil survei di mana pemilih milenial dan generasi Z...
Dok. BPIP

Kepala BPIP : Perkuat Ideologi Pancasila dan Jadilah Problem Solver

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 21:39 WIB
“Kita adalah bangsa yang paling diridhoi, dicintai, dikasihi oleh Allah SWT. Tinggal lakukan 2 hal. Bersyukur dengan memperkuat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya