Sabtu 27 Agustus 2022, 15:05 WIB

'Amplop Kiai" Diprediksi akan Bikin Elektabilitas PPP Makin Anjlok

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa

 

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai berpotensi kehilangan dukungan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dari unsur pondok pesantren (ponpes) hingga kiai. Hal tersebut imbas keseleo lidah Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa terkait amplop kiai.

"Akan berat ya PPP untuk mendapatkan suara dari kiai. Karena tadi itu tadi polemik itu merugikan kiai," ujar pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, hari ini.

Menurut Ujang, ucapan yang disampaikan Suharso hal sensitif. Mestinya hal itu tidak disampaikan dalam sebuah forum terbuka.

"Kalau sudah keluar dan diketahui oleh publik info itu seolah jadi menjadi kebenaran dan mendiskreditkan kiai, merugikan kiai," ujar Ujang.

Ujang menuturkan elektabilitas PPP tidak terganggu bila para kiai tidak tersinggung dengan ucapan Suharso. Namun, polemik itu masih bergulir hingga Suharso dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

"Kecuali kalau kiai tak tersinggung ya tidak bisa mendapatkan dukungan, kalau tersinggung ini yang repot," ucap Ujang.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi, Syaifullah Tamliha optimistis elektabilitas partainya tetap moncer pada Pemilu 2024. Partai berlambang Kakbah itu memastikan polemik terkait pernyataan Suharso tak bakal mengganggu tingkat keterpilihan partai.

"Dapat kami pertegas, PPP secara on the track InsyaAllah siap bertarung untuk Pemilu 2024,' kata Syaifullah saat dihubungi Medcom.id.

Pernyataan Suharso terkait amplop kiai diutarakan saat Pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas (PCB) pertengahan Agustus 2022. Menurut dia, hal tersebut menjadi permasalahan.

"Itu di mana-mana setiap ketemu, enggak bisa, bahkan sampai hari ini kalau kami ketemu di sana, kalau salaman-nya enggak ada amplop-nya, itu pulangnya itu sesuatu yang hambar. Ini masalah nyata yang kita hadapi saat ini," kata Suharso.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Disanksi Demosi 4 Tahun, Mantan Kasubdit Ditreskrimum PMJ Ajukan Banding

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:01 WIB
Selain dijatuhkan sanksi demosi selama empat tahun, pimpinan Sidang KKEP juga menjatuhkan sanksi etika bahwa perbuatan pelanggar dinyatakan...
Antara

Prabowo: Kita Perlu TNI dan Polri yang Kuat

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 September 2022, 22:35 WIB
Hal itu ditekankan Menhan Prabowo saat mengunjungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Mabes Polri pada Rabu (28/9)...
MI/Barry F

MA Jalankan Saran KPK untuk Cegah Korupsi di Lembaga Peradilan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 21:58 WIB
KARO Humas dan Hukum MA Sobandi mengatakan lembaganya langsung berbenah serta segera melaksanakan saran dan masukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya