Kamis 11 Agustus 2022, 21:05 WIB

Ferdy Sambo Mengaku Emosi atas Perlakuan tidak baik Brigadir J Terhadap Istrinya

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Ferdy Sambo Mengaku Emosi atas Perlakuan tidak baik Brigadir J Terhadap Istrinya

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi

 

IRJEN Ferdy Sambo mengaku emosi setelah menerima laporan adanya perlakuan tidak baik yang dilakukan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias J terhadap istrinya, Putri Candrawathi. Sambo mengungkapkan perlakuan Brigadir J tersebut terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Ferdy Sambo saat diperiksa sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J oleh tim penyidik di Mako Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menjelaskan perlakuan Brigadir J tersebut telah melukai harkat dan martabat keluarganya.

"FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapatkan laporan dari istrinya PC (Putri Candrawathi) yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga," kata Andi di Mako Brimob, Kamis (11/8).

Setelah menerima informasi tersebut, Ferdy Sambo lalu naik darah dan langsung memanggil anak buahnya, Bharada Richard Eliezer alias E dan Bripka Ricky Rizal atau RR untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Baca juga: Simak Urutan Pangkat Polisi dari Jenderal sampai Bharada

Sebelumnya, Polri menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias J. Selain Ferdy Sambo, Polri juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer alias E, Brigadir Ricky Rizal, dan seseorang berinisial KM.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjelaskan, Bharada E berperan sebagai penembak Brigadir J. Sedangkan Brigadir Ricky Rizal dan KM berperan membantu dan menyaksikan penembakan.

Sedangkan Ferdy Sambo menyuruh melakukan penembakan dan menyusun skenario seolah-olah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Keempat tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"Hasil pemeriksaan 4 tersangka penyidik menerapkan Pasal 340 subsider 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun," kata Agus.(OL-4)

Baca Juga

MI/ADAM DWI.

Novel Baswedan: Kelalaian Kewajiban Penegak Hukum Merupakan Salah Satu Praktik Korupsi

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Kamis 29 September 2022, 04:55 WIB
Novel pun pernah merasakan hal yang sama pada saat kasusnya...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Disanksi Demosi 4 Tahun, Mantan Kasubdit Ditreskrimum PMJ Ajukan Banding

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:01 WIB
Selain dijatuhkan sanksi demosi selama empat tahun, pimpinan Sidang KKEP juga menjatuhkan sanksi etika bahwa perbuatan pelanggar dinyatakan...
Antara

Prabowo: Kita Perlu TNI dan Polri yang Kuat

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 September 2022, 22:35 WIB
Hal itu ditekankan Menhan Prabowo saat mengunjungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Mabes Polri pada Rabu (28/9)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya