Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Pusat Kajian Politik UI (Puskapol UI) Aditya Perdana menilai bahwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti layak bersaing dalam Pemilu 2024.
“Apakah beliau jadi salah satu tokoh yang layak atau tidak, ya menurut saya layak,” ungkap Adit saat dihubungi, Senin (4/7).
Baca juga: Mahfud MD: Presidential Threshold Idealnya di Angka 4%
Menurutnya, kelayakan tersebut dikarenakan Susi punya pandangan kritis terhadap perkembangan bangsa dan negara. Walaupun, pemilik Susi Air ini sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri.
“Susi masih aktif merespons isu politik di media sosial. Jadi soal kapasitas, dia layak,” imbuhnya.
Baca juga: Soal Pengganti Anies, Kemendagri: Tergantung Presiden
Akan tetapi, persoalannya ialah ada tidaknya kendaraan politik yang mau menampung Susi untuk maju dalam pertarungan pilpres. Apalagi, sejumlah tokoh sudah mulai tancap gas, agar bisa menjadi salah satu calon wakil presiden (cawapres).
“Kalau Susi berminat (cawapres), beliau harus mulai juga untuk bergerilya melakukan pendekatan,” jelas Adit.
“Jangan lupa, calon lain juga sedang bergerilya. Tergantung Ibu Susi sendiri, mau menangkap kesempatan atau tidak,” sambungnya.(OL-11)

Sejarah mencatat Indonesia memiliki banyak tokoh yang berperan penting dalam upaya membela, mempertahankan kemerdekaan dan membangun negara.
Islam adalah agama yang memiliki sejarah panjang, penuh dengan tokoh-tokoh besar yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembentukan ajaran
Meskipun memiliki keterbatasan, para penyandang disabilitas mampu meraih prestasi luar biasa yang patut diacungi jempol.
Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang membawa pengaruh luas dalam berbagai bidang.
Kongres Pemuda II tahun 1928 yang menghasilkan ikrar ‘Sumpah Pemuda’. Berikut tokoh-tokoh penting yang menginisiasi kongres itu.
Di era pra dan pascakemerdekaan Indonesia, tokoh-tokoh penting dan berpengaruh muncul sebagai pilar utama proses bernegara.
Setelah mendapatkan persetujuan dari para peserta sidang yang diiringi ketukan palu, Rano kemudian membacakan poin kesimpulan kedua yang berfokus pada pembenahan internal.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Publik masih menunggu langkah pemerintahan Prabowo dalam merespons berbagai masalah dengan langkah-langkah korektif.
Sikap partai berlambang banteng tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya perilaku masyarakat yang merasa paling tahu segalanya, terutama soal isu-isu politik dan pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved